Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Misteri Tangisan ART Ferdy Sambo di Magelang, Jadi Saksi Persoalan Putri Candrawathi dan Brigadir J?

Bripka RR menuturkan bahwa ART Ferdy Sambo sempat menangis ketika berada di Magelang.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
WARTA KOTA/YULIANTO
Bripka RR saat rekonstruksi. Terbaru, Bripka RR memberikan pengakuan terbaru soal peristiwa di Magelang yang diduga ada kaitan dengan pembunuhan Brigadir J dua bulan lalu, Jumat (9/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Tersangka Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR membeberkan kronologi kejadian di Magelang, Jawa Tengah menurut versinya.

Dilansir TribunWow.com, ia menyoroti gelagat ART Ferdy Sambo, Susi, yang sempat kedapatan menangis.

Diduga wanita tersebut menjadi saksi atas permasalah yang terjadi antara tersangka Putri Candrawathi dan korban Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Baca juga: Sebut Ferdy Sambo dan PC Tidak Ikut Tembak Brigadir J, Ini Isi Pembelaan Pengacara: Jelas Terlihat

Kesaksian tersebut disampaikan pengacara Bripka RR, Erman Umar melalui tayangan di kanal YouTube tvOneNews, Senin (12/9/2022).

Dikatakan bahwa Bripka RR dan tersangka eksekutor Bharada Richard Eliezer alias Bharada E pulang dan mendapati rumah Magelang sepi.

Mereka kemudian naik ke lantai dua di mana Susi tampak menangis ditemani sopir Putri, tersangka Kuat Maruf.

Sementara itu, Putri dikatakan sedang berbaring di kamarnya karena kondisi yang kurang sehat.

"Yang terucap waktu itu, 'Kata Kuat, Susi menangis', dan dia juga melihat Susi masih menangis," beber Erman.

"Kalau Ibu dia enggak lihat menangis, kalau Ibu hanya baring dalam keadaan sakit."

Putri Candrawathi terlihat menjalani adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. Dalam adegan tersebut, terlihat Kuat Maruf duduk di dekat Putri Candrawathi.
Putri Candrawathi terlihat menjalani adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. Dalam adegan tersebut, terlihat Kuat Maruf duduk di dekat Putri Candrawathi. (Tangkapan layar youtube TV Polri)

Baca juga: Kesaksian Serupa Bripka RR dan Bharada E, Sebut Kuat Maruf Panik dan Tegang hingga Ancam Brigadir J

Hingga saat ini, Erman mengaku belum mengetahui penyebab tangisan Susi tersebut.

Pasalnya, baik Kuat maupun Susi sendiri memilih bungkam dan enggan memberikan penjelasan.

"Itulah yang tidak terbuka, enggak ada yang mau membuka. Kuat enggak menjelaskan, Susi juga enggak menjelaskan," beber Erman.

"(Susi) di lantai atas juga, di luar ruang kamar tidur."

Baca juga: Tertegun Brigadir J Ditembak Mati, Bripka RR Tak Habis Pikir Ferdy Sambo Pilih TKP di Rumah Dinas

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 11.00:

Kronologi di Magelang Versi Bripka RR

Insiden di Magelang, Jawa Tengah, disebut-sebut menjadi motif pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dilansir TribunWow.com, menurut pengakuan tersangka Ferdy Sambo, saat itu terjadi insiden pelecehan pada istrinya, Putri Candrawathi.

Sang ajudan, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR pun membeberkan mengenai kejadian di Magelang dari kacamatanya.

Baca juga: Sebut KM dan RR Beri Pengakuan Tak Masuk Akal soal Ferdy Sambo, Lawyer Bharada E Ungkit Rekonstruksi

Menurut kuasa hukumnya, Erman Umar, Bripka RR saat itu ditugaskan mengirim barang untuk anak Ferdy Sambo dan Putri yang bersekolah di Magelang.

Bripka RR awalnya berangkat dengan sopir Kuat Maruf, sebelum kemudian pergi lagi dengan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E.

Namun ketika pulang, mereka tak mendapati siapa pun di lantai satu rumah singgah Ferdy Sambo tersebut.

Keduanya lalu naik ke lantai atas dan mendapati ART Putri, Susi sedang menangis.

"Mereka naik ke tangga atas, di tangga atas dia melihat Susi nangis," kata Erman dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (8/9/2022).

Bripka RR kemudian masuk ke kamar Putri dan diminta memanggil Brigadir J.

"Setelah bertanya ke Kuat ada apa, dia naik ke atas, dia melihat ke kamar ibu, ibu baring ke kamarnya, ditanya sama RR, 'Ada apa Bu?'."

"Tapi Ibu tidak langsung menjawab ini, dia malah bertanya, 'Yosua di mana?', malah bertanya Yosua."

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ketika mememerankan adegan rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah jalan Saguling, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).
Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ketika mememerankan adegan rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah jalan Saguling, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). (YouTube POLRI TV RADIO)

Baca juga: Irma Hutabarat Nilai Janggal Isu Pelecehan Putri oleh Brigadir J: Masih Semobil, Barangnya Dibawakan

Ketika itu, Putri terlihat seperti sedang sakit, namun tak tampak menangis atau menunjukkan tanda janggal lainnya.

"Ibunya baring, memang kayak sakit, baring pakai satu bantal," beber Erman.

Kemudian Bripka RR memenuhi perintah atasannya dan hendak mencari Brigadir J di lantai bawah.

Ketika itu, ia melihat Brigadir J hendak masuk ke kamar Putri namun dilarang oleh Kuat.

"Tahu-tahu Yosua mau masuk lagi ke kamar Ibu, dihalangi oleh Pak Kuat, itu dilihat oleh RR," sebut Erman.

"Dia merasa ada pertengkaran antara Kuat dengan Yosua, sehingga RR menjaga. Akhirnya Yosua mengalah dan turun."

Ia sempat bertanya pada Kuat maupun Yosua mengenai perkara yang terjadi.

Namun keduanya sama-sama memberikan jawaban yang kurang memuaskan.

"Sempat bertanya ke Kuat, 'Pak, kenapa Yosua? Kenapa Bapak kok tegang?', dijawab, 'Karena Yosua naik ke tangga, mau dia lari, akhirnya saya bingung'," tutur Erman.

"Yang kedua dia tanya ke Yosua, 'Yosua ada apa dengan Bang Kuat?', agak marah juga, 'Iya Bang, saya enggak ngerti kenapa itu Om Kuat marah-marah sama saya'."(TribunWow.com/Via)

Berita lain terkait

Tags:
Ferdy SamboPutri CandrawathiBrigadir JBripka RRKuat MarufBharada E
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved