Polisi Tembak Polisi
Tertegun Brigadir J Ditembak Mati, Bripka RR Tak Habis Pikir Ferdy Sambo Pilih TKP di Rumah Dinas
Pengacara Erman Umar menuturkan kesaksian Bripka RR yang sempat etrtegun setelah Brigadir J dibunuh.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR sempat tak bisa berkata-kata seusai Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ditembak.
Dilansir TribunWow.com, ia sempat menjauh dari lokasi pembunuhan lantaran menyangka insiden itu akan terjadi.
Apalagi, atasannya, Ferdy Sambo yang merupakan tersangka otak pelaku, melakukan eksekusi di rumahnya sendiri.
Baca juga: Mulai Jujur, Bripka RR Akhirnya Akui Lihat Ferdy Sambo Menembak, Pengacara Ungkap Kronologi
Kronologi tersebut dibeberkan Erman Umar selaku pengacara Bripka RR.
Ia membacakan kesaksian terbaru kliennya yang telah dituangkan dalam BAP.
Ketika pembunuhan terjadi, Bripka RR mengaku sempat melihat Ferdy Sambo memerintah Brigadir J untuk berjongkok.
Kemudian Bharada Richard Eliezer alias Bharada E melakukan penembakan seperti yang disuruh sang atasan.
Setelah Brigadir J terkapar bersimbah darah, Bripka RR beranjak dari lokasi menuju ke dapur.
Ia seolah masih tak menyangka akan menyaksikan insiden pembunuhan itu secara langsung di depan matanya.
"Dia mungkin tertegun, 'Saya tanya apa yang terjadi?', 'Saya enggak kebayang di pikiran saya'," tutur Erman, dikutip kanal YouTube Narasi Newsroom, Minggu (11/9/2022).

Baca juga: 10 Kesaksian Baru Bripka RR, Putuskan Tak Ikuti Skenario Ferdy Sambo Berkat Pesan dari Orangtua
Menurut Erman, kliennya sempat heran lantaran Ferdy Sambo memilih lokasi pembunuhan di rumah dinasnya sendiri.
Padahal, selaku Kadiv Propam, pembunuhan itu bisa saja direkayasa sedemikian rupa untuk menghilangkan jejak keterlibatannya.
"Kalau pun Pak Sambo minta saya menembak dan saya bilang enggak mau, kemudian dia (membunuh-red), enggak kebayang saya kok di Duren Tiga," ucap Erman menirukan ucapan Bripka RR.
"Kalau membunuh kan harusnya (di lokasi lain-red), masa di tempat dinas."
Adapun saat rekonstruksi, Ferdy Sambo sempat memeluk Putri di lantai tiga rumah pribadinya, diduga merencanakan eksekusi Brigadir J.