Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Curiga Komnas HAM Terlibat Jaringan Ferdy Sambo, Pengacara Brigadir J Ungkap Peran Jerry Siagian

Pengacara Brigadir J, Johnson Panjaitan membeberkan kecurigaan adanya jaringan Ferdy Sambo di lembaga pemerintah.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV
Pengacara keluarga Brigadir J, Johnson Panjaitan membeberkan kecurigaan terhadap jaringan Ferdy Sambo yang mengakar ke berbagai kalangan, Selasa (13/9/2022). 

"Kekhawatiran saya, kalau nanti displacing, perkara ini menjadi banyak orang, masing-masing berdiri sendiri, akan terjadi saksi mahkota, di antara mereka menjadi saksi."

"Dan ini akan menyulitkan pembuktiannya, sekarang saja sudah mungkin akan banyak berbeda dimulainya kejadian dan bagaimana."

Ferdy Sambo selaku tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J hadir dalam rekonstruksi kasus di TKP, Selasa (30/8/2022).
Ferdy Sambo selaku tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J hadir dalam rekonstruksi kasus di TKP, Selasa (30/8/2022). (YouTube POLRI TV RADIO)

Baca juga: Menangis Minta Bripka RR Tembak Brigadir J, Ferdy Sambo Beri Sejumlah Uang karena Hal Ini

Untuk mengatasi penggantian pasal tersebut, Gayus menyarankan agar hukuman dari pasal yang dikenakan seharusnya diakumulasi alih-alih diganti.

"Dikhawatirkan dia nanti hanya menggunakan satu pasal, tidak bisa 340, hanya 338, subsidernya cuma satu," terang Gayus.

"Ini yang saya kira perlu dipikirkan juga oleh para petugas penyidikan pada saat ini."

Untuk memutuskan hukuman bagi para pelaku, Gayus berpesan agar elemen penegak hukum turut mempertimbangkan unsur keadilan.

Pasalnya, Ferdy Sambo selama ini menekankan bahwa ia membunuh karena terbawa emosi akibat pelecehan pada istrinya, Putri Candrawathi.

Alasan ini bisa digunakan untuk lolos dari jerat pasal 340 KUHP yang memiliki maksimal pengenaan hukuman eksekusi mati.

"Jangan menggunakan undang-undang saja, tapi juga menggunakan keadilan," pesan Gayus.

"Apa adil kalau memang itu dilaksanakan hanya karena skenario dia membunuh karena tekanan psikis, jadi spontan."

"Nah, kalau spontan kan tidak 340, ini harus dicermati dengan baik.(TribunWow.com)

Baca artikel lain terkait

Tags:
Komnas HAMBrigadir JFerdy SamboJohnson PanjaitanPolda Metro Jaya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved