Polisi Tembak Polisi
Curiga Komnas HAM Terlibat Jaringan Ferdy Sambo, Pengacara Brigadir J Ungkap Peran Jerry Siagian
Pengacara Brigadir J, Johnson Panjaitan membeberkan kecurigaan adanya jaringan Ferdy Sambo di lembaga pemerintah.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Kuasa hukum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J buka suara soal isu pelecehan seksual yang kembali diangkat Komnas HAM.
Dilansir TribunWow.com, pengacara Johnson Panjaitan menduga ada keterlibatan lembaga tersebut dengan upaya pembebasan tersangka Ferdy Sambo.
Ia pun menuturkan peran eks Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian yang menjadi organisator.
Baca juga: Terungkap Kata-kata Terakhir Brigadir J sebelum Ditembak, Bripka RR Sebut Ferdy Sambo Teriak Begini
Ditanya soal isu pelecehan seksual istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi oleh Brigadir J, Johnson mengungkapkan kecurigaan.
Ia menilai ada kerjasama antara Komnas HAM dan Komnas Perempuan yang sengaja kembali mengangkat isu tersebut.
Padahal, penyidik sudah menyatakan bahwa pengakuan soal pelecehan tersebut merupakan bentuk rekayasa sebagai upaya obstruction of justice.
"Ini canggih sekali, ini jaringan pembela yang profesional," beber Johnson dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Selasa (13/9/2022).
"Anda bisa bayangkan yang laporan pro justitia yang di-SP3, ini enggak ada pelaporannya, tiba-tiba muncul skenario itu lewat rekonstruksi dan lewat Komnas HAM dan Komnas Perempuan."

Baca juga: Bingung Komnas HAM Duga Putri Sambo Ikut Menembak, Pengacara Bharada E: Jangan Beratkan Klien Saya
Menurut Johnson, keterlibatan lembaga negara dengan berbagai pihak itu sudah diatur oleh anak buah Ferdy Sambo, yang diduga adalah Jerry Siagian.
Sebelumnya, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga membocorkan adanya pertemuan yang dihadiri Jerry Siagian.
Pertemuan itu dibuat untuk mendorong LPSK segera memberikan perlindungan pada Putri di awal kasus.
Adapun dalam prosesnya, jaringan yang dikatakan telah diorganisir Jerry Siagian ini melibatkan Komnas HAM, Komnas Perempuan, pengacara hingga psikolog.
"Ternyata itu berjaringan dan diorganisir oleh Jerry Siagian yang tadi malam sudah diputuskan untuk PTDH," ujar Johnson.
"Tapi kan enggak terungkap bagaimana dia mengorganisir itu. Emang kamu pikir gratisan kalau sudah kayak begitu? Itu ada psikolog, ada aktivis, ada lawyer."
Johnson mengaku sempat terkejut saat menangani masalah tersebut di awal kasus.