Konflik Rusia Vs Ukraina
Gara-gara Konflik di Ukraina, Warga Sipil Rusia Jadi Korban Kebijakan Baru Uni Eropa
Warga sipil Ukraina yang ingin memasuki negara-negara Uni Eropa kini harus merogoh kocek lebih dalam dan melalui birokrasi yang rumit akibat perang.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Warga sipil Rusia kini semakin merasakan dampak negatif dari perang yang dilakukan oleh Presiden Vladimir Putin di Ukraina.
Kebijakan baru Uni Eropa mengharuskan warga sipil Rusia mengeluarkan biaya lebih jika ingin masuk negara-negara Uni Eropa.
Dikutip TribunWow dari bbc, kebijakan baru ini disebut akan terus berlaku hingga konflik antara Rusia dan Ukraina berakhir.
Baca juga: Zelensky Girang, Pasukan Ukraina Berhasil Rebut Sebagian Kherson dan Buat Pasukan Rusia Kelaparan
Wakil presiden Komisi Uni Eropa, Margaritis Schinas menjelaskan bagaimana Rusia telah merusak kepercayaan Uni Eropa.
Margaritis mengungkit bahwa sebelum konflik terjadi, masyarakat Rusia telah menikmati keistimewaan mudahnya memeroleh visa Uni Eropa.
Kini perjanjian visa antara Rusia dan Uni Eropa telah dihentikan.
Pada Selasa (6/9/2022), Menteri Luar Negeri Uni Eropa mengusulkan kebijakan baru untuk semakin memperketat peraturan bagi warga Rusia yang ingin masuk ke Uni Eropa.
Dalam peraturan baru ini nantinya biaya masuk ke negara Uni Eropa khusus masyarakat Rusia dinaikkan dari Rp 500 ribu menjadi Rp 1,1 juta.
Baca juga: Sebut Istilah Perang Total, Pemerintahan Putin Ungkap Cara Ukraina hingga AS dkk Perangi Rusia
Masyarakat Rusia juga diwajibkan mengikuti birokrasi yang panjang dan rumit serta harus menyertakan beragam dokumen pendukung.
"Orang Rusia seharusnya tidak memiliki akses mudah ke Uni Eropa," ujar Komisioner Urusan Dalam Negeri Uni Eropa, Ylva Johansson.
"Dan bepergian ke Uni Eropa sebagai turis bukanlah hak asasi manusia," terangnya.
Sebagai informasi, lebih dari satu juta masyarakat Rusia pergi ke negara-negara Uni Eropa sejak konflik terjadi di Ukraina pada Februari 2022 lalu.
Menanggapi kebijakan Uni Eropa yang mempersulit warga Rusia, juru bicara pemerintahan Putin, Dmitry Peskov menyebut kebijakan Uni Eropa sebagai keputusan konyol dan tidak masuk akal.
Baca juga: Perdana Menteri Ukraina Kunjungi Berlin, Cari Lebih Banyak Senjata untuk Lawan Rusia
Sebelumnya diberitakan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpendapat sanksi yang diberikan oleh beberapa negara kepada Rusia masih lemah.
Volodymyr Zelensky merasa rakyat Rusia harus diajak ikut bertanggung jawab atas kebijakan yang dibuat oleh Presiden Vladimir Putin.