Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Gara-gara Konflik di Ukraina, Warga Sipil Rusia Jadi Korban Kebijakan Baru Uni Eropa

Warga sipil Ukraina yang ingin memasuki negara-negara Uni Eropa kini harus merogoh kocek lebih dalam dan melalui birokrasi yang rumit akibat perang.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AFP
Warga Rusia ditangkap polisi saat melakukan protes anti-perang terhadap invasi Rusia ke Ukraina, Moskow, 24 Februari 2022. 

Dikutip TribunWow dari rt, salah satu caranya adalah melarang warga Rusia berkunjung ke negara lain.

Tatyana (kanan) dan Natalya (kiri) adalah dua warga Rusia di daerah pedesaan di Pskov yang pro terhadap kebijakan Presiden Vladimir Putin melakukan operasi militer spesial di Ukraina.
Tatyana (kanan) dan Natalya (kiri) adalah dua warga Rusia di daerah pedesaan di Pskov yang pro terhadap kebijakan Presiden Vladimir Putin melakukan operasi militer spesial di Ukraina. (BBC.com)

Pendapat ini disampaikan oleh Volodymyr Zelensky saat ia menjalani wawancara dengan media asal Amerika Serikat (AS) Washington Post pada Senin (8/8/2022).

Zelensky meyakini hanya dengan cara tersebut Rusia akan menyadari bahwa mengambil wilayah lain adalah hal yang salah.

"Rakyat (Rusia) memilih pemerintahan ini (Putin) dan mereka tidak berjuang untuk itu, tidak protes, tidak melawan," kata Zelensky.

Zelensky mengatakan dengan melarang rakyat Rusia pergi ke luar maka ada kemungkinan mereka akan memengaruhi Putin.

Sementara itu, di sebuah kota kecil di Rusia bernama Russko-Vysotskoye, pria bernama Dmitry Skurikhin seorang diri memprotes konflik yang terjadi di Ukraina.

Skurikhin menyuarakan protes terhadap perang dengan cara menulis menggunakan cat di tembok sebuah pusat perbelanjaan.

Bangunan pusat perbelanjaan tersebut diketahui dimiliki oleh Skurikhin.

Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, ada dua jenis tulisan dalam dinding tersebut.

Pada jenis tulisan pertama, terdapat dua buah kalimat berkuran besar bertuliskan 'Damai untuk Ukraina, Merdeka untuk Rusia.'

Di bawah dua tulisan tersebut, Skurikhin menuliskan beberapa kata kecil dengan warna merah menyala.

Kota-kota tersebut di antaranya adalah Mariupol, Bucha, Kherson, Chernihiv, dan banyak kota lainnya.

"Saya rasa ini adalah cara yang baik untuk menyampaikan informasi," ujar Skurikhin.

Skurikhin menyampaikan, pada awal konflik terjadi, masyarakat di Rusia tidak tahu persis apa yang sedang terjadi.

"Mereka (masyarakat Rusia) berpikir operasi spesial dilakukan untuk menghilangkan pecandu obat-obatan terlarang dari pemerintahan Ukraina. Mereka tidak tahu Rusia menyerang kota-kota Ukraina," kata Skurikhin.

Di sebuah kota kecil di Rusia bernama Russko-Vysotskoye, pria bernama Dmitry Skurikhin seorang diri memprotes konflik yang terjadi di Ukraina.
Di sebuah kota kecil di Rusia bernama Russko-Vysotskoye, pria bernama Dmitry Skurikhin seorang diri memprotes konflik yang terjadi di Ukraina. (bbc.com)
Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyUni EropaAmerika Serikat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved