Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Reaksi Komnas HAM saat LPSK Ungkap Kejanggalan Isu Dugaan Pelecehan PC: Urus Saja Bharada E

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengingatkan LPSK agar tak ikut campur dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lembaga lain.

YouTube KompasTV
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik. Terbaru, Ahmad Taufan Damanik mengingatkan LPSK agar tak ikut campur dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lembaga lain. 

TRIBUNWOW.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memberikan tanggapan terhadap pernyataan Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) soal isu dugaan kekerasan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Sebelumnya diketahui, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu membeberkan sejumlah kejanggalan dalam dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.

Menanggapi hal itu, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengingatkan LPSK agar tak ikut campur dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lembaga lain.

Baca juga: Dikritik soal Putri Candrawathi, Komnas HAM Minta LPSK Tak Ikut Campur: Urus Saja Bharada E

Taufan meminta agar LPSK fokus untuk menjamin keselamatan Bharada E atau Richard Eliezer dalam kasus pembunuhan Brigadir J, atau  Nofriansyah Yosua Hutabarat bukan ikut berkomentar terhadap dugaan kasus kekerasan yang dialami Putri.

"Dia (LPSK) urus saja tupoksinya menjamin keselamatan Bharada E, jangan masuk ke tupoksi lembaga lain," ujar Taufan saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (5/9/2022).

Taufan mengatakan, LPSK tidak semestinya berkomentar terhadap hasil kerja lembaga lain seperti Komnas HAM.

Abdul Aziz Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ikut angkat bicara terkait temuan Komnas HAM yang menyebut ada dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J kepada Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Karena Komnas HAM sudah melakukan penyelidikan dan memberikan kesimpulan ada dugaan kuat peristiwa kekerasan seksual yang dialami Putri.

Kesimpulan itu pun bukan tanpa landasan ilmiah. Taufan mengatakan kesimpulan diambil setelah memeriksa empat saksi dan dibantu oleh dua ahli psikologi.

"Ada empat saksi dan dua ahli psikologi, itu pun kami tetap menggunakan kata 'dugaan' supaya didalami lagi dengan menggunakan ahli lain dari lembaga resmi," ucap dia.

Baca juga: Kejanggalan Dugaan Pelecehan Seksual Putri Candrawathi Diungkap LPSK, Singgung soal Relasi Kuasa

LPSK Cium Kejanggalan

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap Bharada E, saksi yang terlibat baku tembak dengan Brigadir J, Jumat (29/7/2022).
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap Bharada E, saksi yang terlibat baku tembak dengan Brigadir J, Jumat (29/7/2022). (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Sebelumnya, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi menyebut terdapat beragam kejanggalan dalam kasus kekerasan seksual yang dialami oleh Putri Candrawathi.

Kejanggalan pertama, terkait tempat kejadian perkara (TKP) yakni di Magelang.

"Itu kan yang dibilang TKP di Magelang itu kan rumahnya PC, rumahnya FS, artinya tempat dugaan kekerasan seksual itu kan dalam penguasaan Ibu PC, bukan dalam penguasaannya Yoshua," ujar Edwin saat dihubungi melalui telepon, Senin (5/9/2022).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved