Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Tentara Ukraina Berbondong-bondong Membangkang dari Perintah Komandan Gara-gara Ini

Republik Rakyat Luhansk menyebut terjadi pembangkangan besar-besaran di tubuh internal pasukan militer Ukraina.

AFP
Sebuah unit militer Ukraina beristirahat di barak mereka pada 2 Mei 2022. Terbaru, Republik Rakyat Luhansk menyebut terjadi pembangkangan besar-besaran di tubuh internal pasukan militer Ukraina. 

TRIBUNWOW.COM - Di tengah konflik melawan pasukan militer Rusia, dikabarkan tengah terjadi pembangkangan besar-besaran dalam tubuh internal tentara Ukraina.

Info ini disampaikan oleh pejabat Republik Rakyat Luhansk, Andrey Marochko.

Dikutip TribunWow dari Tass, pembangkangan ini terjadi di pasukan militer Ukraina yang ditempatkan di Kota Soledar.

Baca juga: Tiru Manuver Putin Dekati Korea Utara, Pimpinan Separatis pro-Rusia di Ukraina Surati Kim Jong Un

Sejumlah tentara Ukraina di Soledar menolak menuruti perintah komandan mereka.

"Banyak insiden ketidaktaatan di antara tentara Ukraina di dekat kota Soledar," ujar Marochko, Kamis (18/8/2022).

Menurut Marochko, pembangkangan ini terjadi karena pasukan militer Ukraina tengah mengalami kekalahan besar dan suplai yang semakin menipis.

Marochko trut melaporkan adanya unit tentara Ukraina yang dibentuk dari para tahanan.

Unit ini merekrkut para tentara yang ditahan karena tidak disiplin, hingga tentara yang akan dihukum karena meninggalkan pos mereka dan desersi.

Para tentara tahanan ini diketahui akan dikirim ke garis depan perang untuk menggantikan pasukan yang gugur.

Di sisi lain, sejumlah tentara Ukraina yang ditangkap oleh pasukan militer Rusia justru enggan dikembalikan ke negara asal mereka.

Para tentara Ukraina ini memilih untuk menetap di wilayah yang saat ini dikuasai oleh pasukan militer yang dipimpin Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dikutip TribunWow dari rt, informasi ini disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia, Sabtu (13/8/2022).

Baca juga: Sanksi Global Berefek, Ekonomi Rusia Merosot sejak Vladimir Putin Invasi Ukraina, Puncaknya 2023

Berdasarkan data dari Kemenhan Rusia, penolakan ini datang dari berbagai divisi pasukan militer Ukraina yang menjadi tahanan perang, mulai dari infantri angkatan laut, pasukan pertahanan nasional, hingga angkatan udara.

"Memilih untuk bertahan di wilayah kekuasaan Rusia karena mereka enggan untuk kembali berperang dan takut kembali dikirim ke garis depan lagi," ujar Kemenhan Rusia.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved