Polisi Tembak Polisi
Ngobrol dengan Irjen Sambo, Ketua Komnas HAM Sebut sang Jenderal Menangis saat Bharada E Dibahas
Ketua Komnas HAM diketahui telah bertemu langsung dengan Irjen Ferdy Sambo selaku otak kasus pembunuhan Brigadir J.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Deolipa lanjut memeragakan posisi Brigadir J sesuai keterangan Bharada E yakni Brigadir J berlutut sambil mengangkat tangannya dan menaruhnya di belakang kepala.
"Brigadir Yosua berlutut, masih hidup ketakutan," ujar Deolipa.
Pada saat itu Brigadir J berlutut menghadap Irjen Sambo, sementara itu di belakangnya adalah Bharada E.
"Kata Eliezer dia (Brigadir J) berlutut di depannya Sambo," jelas Deolipa.
Kala itu selain Bharada E dan Irjen Sambo, di tempat kejadian perkara (TKP) penembakan hadir juga Kuat Ma'ruf alias KM dan Ricky Rizal alias Bripka RR menyaksikan berlangsungnya eksekusi terhadap Brigadir J.
Dikutip TribunWow dari Kompas, diketahui ada alasan tertentu mengapa Bharada E menuruti perintah dari Irjen Sambo.
Baca juga: Ada di Bagian Bawah, Ini Keanehan Surat Pencabutan Kuasa Hukum Bharada E soal Kasus Brigadir J
Informasi ini disampaikan oleh pengacara Bharada E yang baru yakni Ronny Talapessy.
Ronny awalnya menjelaskan bahwa kliennya takut dan tertekan mendapat perintah dari Irjen Sambo.
"Mana berani menolak," ujar Ronny, Minggu (14/8/2022).
Ronny kemudian menungkit latar belakang kliennya yang datang dari pasukan Brigade Mobil (Brimob).
Ronny menyebut Bharada E memiliki sifat patuh seperti pasukan Brimob dalam menjalankan tugas dari komandannya.
"Tipikal pasukan Brimob itu tidak berani pengen tahu ada urusan apa dia. Mereka tidak berani. Mereka cuma perintah, perintah, perintah, mereka jalankan," tuturnya.
Kemudian Ronny menyoroti waktu penembakan Brigadir J yang sempit.
"Iya, perintah. Waktunya sangat cepat. Sudah, 'dor, dor, dor, dor'," jelasnya.
Deolipa Yumara selaku mantan kuasa hukum Bharada E menjelaskan pada detik-detik penembakan, Brigadir J sudah dalam posisi berlutut.