Polisi Tembak Polisi
Ngobrol dengan Irjen Sambo, Ketua Komnas HAM Sebut sang Jenderal Menangis saat Bharada E Dibahas
Ketua Komnas HAM diketahui telah bertemu langsung dengan Irjen Ferdy Sambo selaku otak kasus pembunuhan Brigadir J.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Air mata mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menetes ketika ia mengobrol dengan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.
Irjen Ferdy Sambo menangis ketika Taufan Damanik membicarakan soal nasib Richard Eliezer alias Bharada E yang diperintahkan oleh Irjen Sambo untuk membunuh Nofriansyah Hutabarat alias Brigadir J.
Dikutip TribunWow dari Tribunnews, momen ini terjadi ketika Irjen Ferdy Sambo diperiksa oleh Komnas HAM.
Pada saat berbincang dengan Irjen Ferdy Sambo, Taufan menceritakan bagaimana Bharada E kini turut menjadi tersangka karena berperan menembak Brigadir J.
Di usianya yang masih muda yakni 24 tahun, karier Bharada E di kepolisian telah berakhir.
Mendengar nasib Bharada E yang begitu malang, Irjen Ferdy Sambo kemudian menangis dan mengaku menyesal.
"Itu diakui oleh Saudara FS (Ferdy Sambo). Dia bilang, 'Saya menyesal, saya minta maaf'. Saya bilang, 'Kamu harus bertanggung jawab terhadap Richard (Bharada E) ini," kata Taufan, Selasa (16/8/2022), dikutip Tribunnews dari Kompas TV.
Irjen Ferdy Sambo mengakui dirinya bertanggung jawab atas apa yang terjadi terhadap Bharada E.
"Itu diakuinya, dan dia menangis," kata Taufan.
Di depan jurnalis Kompastv Aiman, eks pengacara Richard Eliezer alias Bharada E yakni Deolipa Yumara menceritakan momen terakhir Nofriansyah Hutabarat alias Brigadir J.
Deolipa memeragakan seperti apa posisi terakhir Brigadir J sebelum ditembak oleh Bharada E, begitupula posisi mantan kliennya saat melakukan penembakan.
Dikutip TribunWow, informasi ini diungkap oleh Deolipa dalam acara Aiman Kompastv, Selasa (16/8/2022).
Baca juga: Keluarga Brigadir J Minta PC Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Yosua Ungkap Kejahatan Istri Ferdy Sambo
Awalnya Deolipa menjelaskan bahwa Bharada E mengaku terpaksa menembak Brigadir J atas perintah dari atasannya yakni eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Deolipa kemudian memeragakan posisi Bharada E saat menembak Brigadir J yakni pelaku berdiri sedangkan korban berlutut.
"Yang jelas dia memejamkan mata," ujar Deolipa.