Polisi Tembak Polisi
Duga Putri Candrawathi Terlibat dalam Skenario Pembunuhan Brigadir J, Pengacara: Statusnya Apa?
Pihak Brigadir J menduga adanya keterlibatan Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Putri Candrawathi dinilai pantas menyandang status tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Dilansir TribunWow.com, Putri diduga ikut bersekongkol dengan sang suami, Irjen Ferdy Sambo yang kini ditetapkan tersangka.
Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak membeberkan dugaan keterlibatan yang ditemukan oleh timnya.
Baca juga: Belum Beri Keterangan, Putri Candrawathi Alami Masalah Kejiwaan Buntut Kasus Pembunuhan Brigadir J
Dari penuturan saksi dan pembuktian oleh pihak kepolisian, diperoleh fakta bahwa Putri dan Ferdy Sambo sempat berbicara sebelum pembunuhan Brigadir J.
Pembicaraan tersebut berlangsung selama sekitar 1,5 jam hingga kemudian pembunuhan itu terjadi di rumah dinas mereka.
"Sebelum terjadi pembunuhan sadis ini, Bu PC dan Pak FS sempat berbicara satu jam kurang lebih," kata Martin dilansir kanal YouTube tvOneNews, Kamis (18/8/2022).
Sesaat setelah obrolan tersebut, Ferdy Sambo diduga merencanakan pembunuhan tersebut bersama bawahannya, Bripka RR dan ART-nya, Kuat.
Termasuk Putri, mereka semua hadir saat Brigadir J dieksekusi di rumah dinas sang atasan.
"Lalu Pak FS melakukan konsolidasi dan permufakatan jahat bersama RR dan juga RE dan juga Kuat."
"Di TKP, mereka semua ada. Lalu terjadilah peristiwa yang nahas itu."

Baca juga: Buat Putri Candrawathi Menangis hingga Ferdy Sambo Murka, Kejadian di Magelang Kini Diusut Timsus
Namun, Marti menyayangkan setelah peristiwa itu terjadi, Putri justru membuat laporan palsu dengan menuding adanya tindak pidana pelecehan.
"Yang disayangkan, setelah peristiwa itu, ada laporan palsu yang salah satunya dilaporkan Ibu PC," kata Martin.
"Nah, makanya patut kami duga Ibu PC ini bagian dari skenario yang sudah dibuat pada publik dan juga keterlibatan beliau atas meninggalnya Brigadir J."
Martin menegaskan bahwa posisi Putri dalam kasus ini perlu diperjelas untuk dapat mengungkap kasus ini seterang-terangnya.
Pihaknya menilai, ada beberapa tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan Putri.
Di antaranya adalah upaya penghalangan penyidikan atau obstruction of justice.
"Oleh karena itu penting dari kepolisian demi kepastian hukum agar bisa menjelaskan sebenarnya ibu Putri ini statusnya apa?," ucap Martin.
"Apakah hanya sebagai saksi, atau bisa menjadi tersangka dalam perkara ini."
"Menurut hemat analisa hukum kami, banyak perbuatannya yang bisa dikategorikan sebagai perbuatan pidana," pungkasnya.
Baca juga: Alasan Jokowi Beri Perhatian Khusus pada Kasus Pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo: Ini Penting
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke-03.27:
Ayah Brigadir J Minta Putri Tak Banyak Beralasan
Hingga saat ini, Putri Candrawathi sebagai saksi kunci kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih belum buka suara.
Dilansir TribunWow.com, keluarga Brigadir J pun mendesak istri Irjen Ferdy Sambo tersebut untuk membeberkan fakta sesungguhnya.
Ayah Brgadir J, Samuel Hutabarat meminta Putri Candrawathi tak bersembunyi dengan alasan trauma.
Baca juga: Hasil Pemeriksaan Rumah Ferdy Sambo di Magelang, Timsus Temukan Bukti yang Dibawa dalam Koper
Pasalnya, ia menilai keluarga yang ditinggalkan terutama sang ibu, Rosti Simanjuntak, adalah orang yang paling terpukul akibat kejadian ini.
Demi terangnya kasus pembunuhan sang anak, Samuel berharap Putri bersedia memberi penjelasan terkait kasus tersebut pada pihak berwajib.
"(Mohon-red) Bu Putri membuka diri untuk memberikan keterangan apa pun yang dibutuhkan," kata Samuel dilansir kanal YouTube tvOneNews, Senin (15/8/2022).
"Buka dirilah ke yang meminta keterangan, termasuk Komnas HAM, Kompolnas dan sebagainya."
Sebagai informasi, Putri Candrawathi selama ini terus didampingi psikolog dan menolak panggilan baik dari LPSK maupun Komnas HAM.
Meski telah ditemui di rumahnya, para petugas juga sama sekali tak bisa mengorek keterangan dengan alasan bahwa Putri masih trauma.
Ia bahkan disebut memiliki kecenderungan depresi dan mengalami stres pasca-kejadian atau PTSD.

Baca juga: Potensi Hukuman Putri Candrawathi dan Briptu Martin Gabe Buntut Laporan Palsu terhadap Brigadir J
Namun, Samuel menilai hal ini hanyalah dalih Putri untuk bersembunyi di balik klaim trauma.
Menurutnya, istrinyalah yang paling mengalami trauma hingga sempat histeris ketika pemakaman Brigadir J.
"Jangan selalu menggunakan alasan trauma macam-macam, sedangkan sebenarnya yang paling trauma adalah kami, terutama istri saya yang sudah kehilangan anak," beber Samuel.
"Dia sudah mengandung selama 9 bulan, melahirkannya berdarah-darah. Membesarkan anak kami secara bersusah payah."
Diketahui, Samuel berprofesi sebagai petani sementara Rosti bekerja sebagai guru.
Di tengah keterbatasan, keduanya telah berhasil membesarkan anaknya menjadi orang terhormat yang memiliki pekerjaan sebagai seorang polisi.
Akan tetapi, sang anak yang dibanggakan justru pulang dalam peti mati dengan kondisi mengenaskan.
"Kami selaku orang kecil, kami berangkatkan bekerja ke Jakarta dengan sehat, pulang ke sini dengan nyawa melayang dan luka-luka yang sangat mengerikan," pungkasnya. (TribunWow.com/Via)