Terkini Daerah
Kasus Baku Tembak 2 Polisi di Rumah Kadiv Propam Polri, Pakar Ungkap Dampak yang Ditimbulkan
Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menyoroti aksi baku tembak antara 2 polisi di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Editor: Rekarinta Vintoko
Keduanya merupakan anggota Brimob yang diperbantukan.
Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/7/2022), baku tembak dipicu akibat pelecehan yang dilakukan Brigadir J kepada istri Kadiv Propam Polri.
Ia menjelaskan, Brigadir J sempat menodongkan pistol ke kepala istri Kadiv Propam di kamar.
Hal itu pun membuat istri jenderal bintang dua itu menjerit dan membuat Brigjen J panik dan keluar dari kamar.
Baca juga: Kematian Mengancam di Perairan Ukraina, Pria 50 Tahun Meledak seusai Terjun ke Laut Hitam
Di saat yang bersamaan, Bharada E yang berada di lantai atas menanyakan soal teriakan istri Kadiv Propam.
Kemudian Brigjen J menembak ke arah Bharada E.
"Kejadiannya itu Brigadir J di depan kamar, kemudian Bharada E di lantai 2, jarak mereka berdua atara 10 sampai 12 meter," ucapnya.
Menurut Ramadhan, selama terjadi baku tembak, Brigadir J melakukan 7 kali tembakan dan Bharada E melakukan 5 kali tembakan.
Hal ini diperoleh dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi yang dilakukan polisi.
"Akibat tembakan tersebut terjadilah saling tembak. Dan berakibat Brigadir J meninggal dunia," ucap dia.
Ramadhan mengatakan, jenazah Brigadir J sudah dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halamannya di Jambi.
Saat ini kasus baku tembak itu masih diusut oleh Propam Polri. (Kompas.com/Rahel Narda Chaterine, Editor : Diamanty Meiliana)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pakar Ungkap 2 Dampak Kasus Baku Tembak Dua Polisi di Rumah Pejabat Polri"