Konflik Rusia Vs Ukraina
Habisi 20 Jenderal Rusia, Eks Tentara SAS Inggris Direkrut Lewat WA untuk Terlibat Perang Ukraina
Tim elite mantan tentara khusus Inggris, The Special Air Show (SAS), dilaporkan telah membunuh 20 jenderal Rusia di Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Tim elite mantan tentara khusus Inggris dilaporkan telah membunuh 20 jenderal Rusia di Ukraina.
Eks pasukan The Special Air Show (SAS) itu bahkan telah bersumpah untuk berjuang sampai mati.
Kabarnya, para mantan tentara khusus tersebut direkrut melalui aplikasi Whatsapp untuk terlibat langsung dalam perang.

Baca juga: Tentara Ukraina Jengkel Kesulitan Pakai Senjata Barat: Seperti Dapat iPhone13 Tapi Cuma Bisa Telepon
Baca juga: Terancam Hukuman Mati, Warga Inggris dan Maroko Didakwa Rusia Lakukan Kegiatan Teroris di Ukraina
Dilansir TribunWow.com dari The Sun, Minggu (12/6/2022), unit crack 12-kuat telah menghabiskan enam minggu yang panjang untuk menargetkan perwira Rusia yang berpengaruh selama perang di Ukraina.
Mereka juga diduga membunuh 15 tentara bayaran Wagner yang ditakuti dalam penyergapan bulan lalu.
"Mereka memiliki sekitar 120 tahun pengalaman pasukan khusus di antara mereka," kata sebuah sumber yang tak ingin disebutkan namanya kepada Daily Star, Minggu (12/6/2022).
"Mereka sepenuhnya mandiri dan memiliki akses ke bahan peledak, senjata, dan amunisi. Setidaknya dua orang adalah petugas medis tempur yang terlatih."
Diketahui, semua prajurit tersebut adalah veteran perang di Irak dan Afghanistan.
Mereka merupakan pensiunan yang berusia 29 tahun dengan umur yang paling tua adalah 62 tahun.
Para tentara khusus ini dilaporkan telah direkrut melalui grup Whatsapp untuk mantan anggota resimen pasukan khusus.
Orang-orang Inggris itu juga diklaim telah membantu melatih beberapa pasukan Ukraina dalam metode penyergapan.
Sumber itu juga mengungkapkan bahwa mereka semua bersumpah untuk tetap tinggal sampai akhir perang dan tidak akan ditangkap hidup-hidup.
"Mereka tahu mereka tidak boleh sampai ditawan karena kemungkinan besar mereka akan disiksa, diadili dan dieksekusi sebagai tentara bayaran asing," tutur sumber tersebut.
Kabar ini beredar setelah heboh berita awal pekan ini bahwa Ukraina berhasil memusnahkan dua jenderal Vladimir Putin dalam satu serangan.
Sementara, bulan lalu dilaporkan juga bahwa intelijen AS membantu pasukan Ukraina memusnahkan jenderal-jenderal Rusia.