Konflik Rusia Vs Ukraina
Tentara Ukraina Jengkel Kesulitan Pakai Senjata Barat: Seperti Dapat iPhone13 Tapi Cuma Bisa Telepon
Tentara garis depan Ukraina dilaporkan alami kesulitan menggunakan senjata canggih pemberian Barat.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
"Di sana (Ukraina), di tempat itu saya melihat kejahatan perang. Saya melihat banyak kejahatan perang. Satu-satunya kejahatan yang saya lihat selama hari-hari saya di sana dilakukan oleh pasukan Ukraina”, kata Bocquet, dilansir TribunWow.com dari Daily Telegraph, Jumat (13/5/2022).
Bocquet mengatakan dia menghabiskan beberapa minggu di negara itu untuk membantu pengiriman bantuan kemanusiaan medis ke rumah sakit dan panti asuhan.
Tetapi sebagian dari bantuan ini justru berakhir di tangan militer Ukraina.
“Saya melihat tentara Rusia yang ditawan, diikat dan dipukuli. Mereka dibawa (ke daerah penahanan) dalam kelompok tiga atau empat dengan minibus," kata Bocquet.
"Setiap prajurit yang keluar dari minibus menerima peluru dari senapan Kalashnikov di lutut. Mereka yang mengaku sebagai perwira ditembak di kepala."
Namun Bocquet merasa kaget atas banyaknya pemberitaan yang tak sesuai dengan kenyataan di medan perang.
"Ketika saya kembali ke Prancis, saya sangat terkejut dengan apa yang dikatakan orang-orang yang diundang di acara TV itu," kata Bocquet.
"Ada jurang pemisah antara apa yang saya lihat dan dengar di TV dan apa yang saya lihat di lokasi. Bagi saya itu keji."
Relawan tersebut mengatakan bahwa dia melihat pejuang Resimen Azov beroperasi di seluruh negeri, dengan ciri khas tambalan rune gaya Nazi mereka menonjol.
"Saya sangat terkejut bahwa Eropa masih memberikan senjata kepada kekuatan yang dalam pandangan saya adalah neo-Nazi, yang memiliki lambang neo-Nazi. Kami tidak membicarakannya. Ini adalah lencana SS yang diperlihatkan di seluruh Ukraina, di mana-mana," tutur Bocquet.
"Tidak ada seorang pun di Ukraina yang khawatir tentang ini, sementara kami mempersenjatai mereka dengan senjata Eropa. Mereka pergi dan melakukan kejahatan perang, saya melihatnya sendiri," tambahnya.
Mantan tentara itu mengatakan dia sempat menghadapi 10 jam menegangkan dalam penahanan oleh Azov.
Mereka menggeledah dan menanyainya tentang apa yang dia lakukan di negara itu.
Dia akhirnya diusir dari negara itu melalui Slovakia sebelum melakukan perjalanan ke Polandia, kemudian naik pesawat kembali ke Prancis.
Bocquet adalah orang asing terbaru yang berada di Ukraina untuk mengungkap dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan Ukraina.
Bulan lalu, prajurit nasional Denmark di Ukraina mengkonfirmasi kepada media lokal bahwa tentara Rusia yang ditangkap telah dieksekusi. (TribunWow.com/Via/Anung)