Konflik Rusia Vs Ukraina
Tentara Ukraina Jengkel Kesulitan Pakai Senjata Barat: Seperti Dapat iPhone13 Tapi Cuma Bisa Telepon
Tentara garis depan Ukraina dilaporkan alami kesulitan menggunakan senjata canggih pemberian Barat.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Seorang tentara medis bernama Kurtis Pasqualle mengatakan, pelatihan yang seharusnya membutuhkan waktu empat bulan dipercepat menjadi hanya tiga minggu saja.
Kelompok pendonor dari Kanada turut mencurigai adanya korupsi yang dilakukan oleh oknum di Ukraina sehingga bantuan dari negara-negara barat termasuk Kanada tidak sampai ke tujuan.
Pada minggu lalu, kepala administrasi militer Ukraina di bagian barat Ukraina ditahan atas dugaan menyalahgunakan ambulans untuk layanan berbayar.
Lalu pada April seorang wali kota ditahan atas dugaan menerima suap untuk menyalurkan kendaraan minibus hasil donasi ke pihak tertentu.
Di bagian selatan Ukraina terdapat seorang oknum yang ditahan karena menjual senjata donasi dari negara lain ke pasar gelap termasuk peluncur granat anti-tank.
Berdasarkan laporan Toronto Star, pada tahun lalu Indeks Kejahatan Teroganisir Global mencatat Ukraina sebagai salah satu pasar senjata terbesar di Eropa.
Di sisi lain, seorang sukarelawan asal Perancis menuturkan kesaksian mencengangkan saat bertugas di Ukraina.
Ia mengaku sempat ditawan tentara Azov dan melihat sendiri kekejaman mereka pada tawanan Rusia.
Diungkapkan bahwa pasukan kontroversial tersebut banyak melakukan kejahatan perang dan merupakan penganut Nazi di era modern.
Ia pun mempertanyakan mengapa Barat masih terus memasok senjata untuk kelompok berbahaya itu.
Diketahui, militer Rusia memperkirakan bahwa lebih dari 6.500 orang asing dari setidaknya 62 negara beroperasi di seluruh Ukraina.
Kebanyakan dari mereka terlibat langsung di dalam medan pertempuran.
Satu dari antaranya adalah Adrian Bocquet, mantan tentara Angkatan Darat Perancis yang menghabiskan beberapa minggu di Ukraina.
Ia bertugas mengirimkan peralatan dan pasokan medis.
Selama berada di area konflilk, Bocquet mengaku menyaksikan kekejaman yang dilakukan oleh Resimen Azov, pasukan tempur neo-Nazi yang beroperasi di bawah Garda Nasional Ukraina.