Konflik Rusia Vs Ukraina
Dikirimi Pemerintah AS Surat, Dubes Rusia Ngaku Dibujuk Berkhianat dan Diminta Kecam Putin
Dubes Rusia di AS mengaku mendapat kiriman surat yang isinya sebuah bujukan agar ia mengutuk negaranya sendiri terkait konflik di Ukraina.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
"Kami tahu bahwa Presiden Putin menghentikan pengiriman makanan dan secara agresif menggunakan mesin propagandanya untuk membelokkan atau mendistorsi tanggung jawab, karena dia berharap itu akan membuat dunia menyerah padanya dan mengakhiri sanksi."
"Dengan kata lain, sederhananya, itu pemerasan."
Pernyatan ini mengikuti peringatan berulang-ulang bahwa konflik di Ukraina menaikkan harga pangan global dan dapat memicu bencana di Afrika.
"Kremlin perlu menyadari bahwa mereka mengekspor kelaparan dan penderitaan jauh melampaui wilayah Ukraina, dengan negara-negara di Afrika yang mengalami bagian yang sangat besar dari rasa sakit," imbuh Blinken.
Sebagai informasi, PBB mencatat Rusia dan Ukraina memasok sekitar 40 persen gandum yang dikonsumsi di Afrika.
Hingga saat ini harga gandum di negara-negara itu sudah naik hingga sekitar 23 persen.
Sementara dilaporkan sekitar 17 juta orang sudah kelaparan di ujung Afrika setelah kekeringan.
Terkait hal ini, New York Times juga menuliskan bahwa pejabat Amerika telah memperingatkan negara-negara Afrika agar tidak membeli gandum Rusia yang mungkin telah dicuri dari Ukraina.
Blinken pun menambahkannya ke daftar pelanggaran Rusia.
"Mereka (Rusia) menanam bahan peledak di seluruh ladang (Ukraina)," ungkap Blinken.
"Mereka telah menghancurkan infrastruktur pertanian yang vital."
"Ada laporan yang kredibel, termasuk seperti yang kita lihat di salah satu surat kabar terkemuka kami hari ini bahwa Rusia mencuri ekspor gandum Ukraina untuk dijual demi keuntungannya sendiri."
"Sekarang, Rusia juga melaporkan ekspor makanannya."
Sebelumnya, Ukraina telah menuduh Rusia mengirimkan gandum Ukraina ke negara-negara termasuk Turki dan Suriah.
Disebutkan bahwa dampak agresi Rusia terhadap pasokan pangan dunia menjadi salah satu faktor yang paling mendesak dalam konflik tersebut.
Baca juga: Untung Besar Gara-gara Beli Minyak Rusia, India Didatangi Pejabat Kementerian Keuangan AS
Baca juga: Rusia Dituding Lakukan Pemerasan Buntut Penghentian Pasokan Gas ke Negara-Negara Eropa
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
(TribunWow.com/Anung/Via)