Konflik Rusia Vs Ukraina
Begini Cara CIA Lindungi Zelensky yang Terancam Serangan Rusia di Ukraina
Badan intelijen AS alias CIA disebut turut andil melakukan perlindungan terhadap Presiden Zelensky yang berada di Kiev/Kyiv.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Ia menyebut Rusia tidak memiliki rencana untuk mencopotnya Zelensky dari kursinya, apalagi melakukan pembunuhan.
"Tidak, ini tidak benar," tegas Peskov saat sesi wawancara dengan penyiar Prancis LCI.
Dia juga bersikeras bahwa perubahan rezim di negara tetangga itu bukan salah satu tujuan operasi militer Rusia yang sedang berlangsung.
"Zelensky adalah Presiden Ukraina," kata Peskov.
Menurutnya, Rusia sama sekali tak bertujuan untuk menguasai Kiev.
Moskow hanya ingin Zelensky untuk menyetujui tuntutan yang diajukan delegasi Rusia selama negosiasi damai.
Sebelumnya, Rusia dikabarkan telah mengerahkan pasukan profesional dalam upaya pembunuhan Zelensky.
Pria 44 tahun yang kini menjadi maskot perang Ukraina tersebut menjadi target utama untuk memuluskan tujuan Rusia menguasai Kiev.
Dilansir TribunWow.com dari Fox News, Minggu (20/3/2022), Direktorat Intelijen Ukraina menyebutkan tentara bayaran tersebut diduga berasal dari perusahaan militer swasta Wagner Rusia.
Pasukan tersebut telah tiba di Ukraina pada hari Minggu dengan tujuan untuk membunuh pemimpin militer dan politik Ukraina.
"Kelompok militan lain yang terkait dengan Yevgeniy Prigozhin, seorang propagandis Rusia yang dekat dengan Putin dan pemilik Liga (Wagner), mulai tiba di Ukraina hari ini," kata Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina dalam sebuah postingan Facebook.
"Tugas utama para penjahat adalah melenyapkan pimpinan militer dan politik tertinggi Ukraina."
Direktorat menegaskan bahwa target utama tentara bayaran itu adalah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan Perdana Menteri Denys Shmyhal.
Selain itu juga Kepala Staf Kepresidenan Andrii Yermak, seorang produser film Ukraina dan pengacara yang menjabat sebagai kepala penasihat Zelensky.
"Putin secara pribadi memerintahkan serangan lain oleh salah satu dari beberapa proxy," bunyi keterangan Direktorat Intelejen Ukraina.
"Semua upaya sebelumnya telah berakhir dengan kegagalan dan penghapusan teroris."
Kementerian Pertahanan Ukraina selama berminggu-minggu membunyikan alarm tentang ribuan tentara bayaran Rusia dari perusahaan militer swasta Liga, sebelumnya dikenal sebagai PMC Wagner, datang ke Ukraina.
Adapun menurut menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), sejak didirikan pada tahun 2014, Grup Wagner telah dianggap sebagai kelompok proksi negara Rusia di luar negeri.
Kelompok itu didirikan oleh Dmitry Utkiny, seorang veteran perang Chechnya dan mantan anggota Direktorat Intelijen Utama, atau badan intelijen Rusia disingkat GRU.
Utkiny dan operator Grup Wagner lainnya berpartisipasi dalam pencaplokan Krimea oleh Rusia dari Ukraina pada tahun 2014. (TribunWow.com/Anung/Via)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/5luar-negeri-as-antony-blinken-di-kiev-minggu-2442022.jpg)