Konflik Rusia Vs Ukraina
Begini Cara CIA Lindungi Zelensky yang Terancam Serangan Rusia di Ukraina
Badan intelijen AS alias CIA disebut turut andil melakukan perlindungan terhadap Presiden Zelensky yang berada di Kiev/Kyiv.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
"Jelas Zelensky selama 30 hari telah tidur selama dua jam semalam, tetapi dia memutuskan untuk keluar dan berbicara di tengah insomnia parah - yang dia sebut di tengah wawancara," kata Morozov.
"Tuhan beri dia kekuatan. Sulit untuk menangani stres 30 hari seperti itu. Dan bahkan lebih sulit untuk tetap terbuka, tidak menunjukkan kebencian terang-terangan."
"Namun terus berbicara dalam bahasa yang sopan, terbuka, menyiratkan rasa sakit, dan ketulusan."
Meski kurang istirahat, Zelensky masih meluangkan waktu untuk berbicara dengan bawahannya.
Bahkan, ia juga bersedia menghubungi keluarga para tentara yang berperang di Mariupol.
Ayah dua anak itu berusaha memberikan semangat dan penghiburan bagi para keluarga dan tentara yang bertahan.
"Pasukan kami ada di Mariupol. Pasukan Rusia telah masuk ke mana pun mereka bisa. Tapi ada beberapa bagian kota yang belum mereka capai, karena orang-orang kita ada di sana, dan mereka menolak untuk mematuhi peringatan Rusia untuk pergi," kata Zelensky.
"Selain itu, keluarga orang-orang ini telah menghubungi saya. Saya sudah berbicara dengan orang-orang ini. Saya berbicara dengan mereka setidaknya sekali setiap dua hari, saya benar-benar mencoba mencari waktu untuk itu, itu penting bagi saya."
"Saya memberi tahu mereka bahwa saya mengerti segalanya,kami pasti akan kembali. Tetapi jika anda merasa perlu berada di sana dan anda merasa itu adalah hal yang benar, dan bahwa anda dapat bertahan, maka lakukanlah."
Baca juga: Ucap Siap Gunakan Nuklir? Ini Ancaman Terbaru Putin soal Konflik Ukraina
Baca juga: Pengakuan Jurnalis Inggris Kabur dari Kejaran Drone Pembunuh Rusia saat Liputan di Ukraina
Dalam sebuah wawancara dengan The Economist di bunkernya minggu ini, Zelensky menuturkan pentingnya meninggalkan tempat perlindungannya sesering mungkin.
"Jika saya tidak pergi keluar bahkan selama tiga atau empat hari, dan hanya tinggal di kantor saya, saya tidak akan tahu apa yang terjadi di dunia ini,"ujar Zelensky.
Adapun bunker Zelensky tersebut diblokir oleh gerbang logam, dikelilingi oleh penembak jitu dan dilengkapi dengan sistem pertahanan udara.
Meski begitu, halangan ini dikhawatirkan belum cukup aman untuk mencegah upaya pembunuhan dari Presiden Vladimir Putin.
Pada awal Maret, Zelensky yang berada di istana presiden Kyiv, menyatakan tekadnya untuk bertahan di Ukraina.
"Saya di sini, saya tidak bersembunyi, dan saya tidak takut pada siapa pun," tegas Zelensky.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/5luar-negeri-as-antony-blinken-di-kiev-minggu-2442022.jpg)