Konflik Rusia Vs Ukraina
Pengakuan Jurnalis Inggris Kabur dari Kejaran Drone Pembunuh Rusia saat Liputan di Ukraina
Seorang jurnalis asal Inggris bernama Jerome mengaku sempat berlari kabur ketika drone Rusia datang menghampirinya.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Jurnalis The Sun asal Inggris, Jerome Starkey mengaku sempat berlari kabur dari kejaran drone pembunuh Rusia ketika melakukan liputan lapangan di Ukraina.
Kejadian ini menimpa Jerome ketika dirinya sedang melakukan liputan di distrik Saltivka.
Saat meliput kondisi di sana, tiba-tiba seorang tentara Ukraina yang mendampingi Jerome yakni Misha berteriak "Drone Rusia! Lari!".
Baca juga: Host TV Rusia Peringatkan Inggris soal Kekuatan Senjata Nuklir Satan 2
Baca juga: Berbicara dengan Nada Lembut, Sikap Putin saat Temui Sekjen PBB Disorot Media Inggris
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, Jerome bercerita, drone tersebut memang berfungsi sebagai mata-mata di Ukraina untuk mencari target kombatan yang nantinya akan dimusnahkan menggunakan misil hingga serangan artileri dan tank.
Seorang tentara Ukraina lainnya mengatakan bahwa hanya ada dua atau tiga menit untuk kabur ketika drone datang sebelum serangan terjadi.
Misha mengatakan, serangan bombardir paling parah pernah mencapai hingga 80 ledakan dalam sekali serangan.
Prajurit teritorial Ukraina yakni Vlad menyampaikan, satu setengah jam setelah Jerome dan timnya kabur, terjadi bombardir di tempat kejadian perkara (TKP).
"Terdapat tank, artileri dan roket Grad, semuanya, dan itu berlangsung 90 menit," ungkap Vlad.
Baik Ukraina maupun Rusia diketahui saling berusaha melumpuhkan drone lawan agar tidak bisa melakukan pengintaian.
Di sisi lain, Badan intelijen Ukraina telah melakukan misi pengintaian menggunakan sebuah drone.
Drone milik intelijen Ukraina dikabarkan telah berhasil menembus masuk ke wilayah Rusia.
Intelijen Ukraina diketahui menerbangkan drone milik mereka dari sebuah bunker rahasia yang terletak di perbatasan Rusia-Ukraina.
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, dari foto yang diambil oleh drone tersebut, misi pengintaian ini diketahui dilakukan pada 16 April 2022.
Drone milik Ukraina bernama Leleka diterbangkan ke Rusia menggunakan bantuan ketapel.
Di dalam wilayah Rusia, Drone Leleka berhasil merekam sebuah lahan yang digunakan oleh Rusia untuk membuang peralatan militer mereka.