Konflik Rusia Vs Ukraina
Begini Cara CIA Lindungi Zelensky yang Terancam Serangan Rusia di Ukraina
Badan intelijen AS alias CIA disebut turut andil melakukan perlindungan terhadap Presiden Zelensky yang berada di Kiev/Kyiv.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Sejak Rusia melakukan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky diketahui memilih untuk bertahan di Kiev/Kyiv, Ukraina.
Amerika Serikat (AS) sempat menawarkan untuk mengevakuasi Zelensky ke tempat lain namun Zelensky menolak.
Kini badan intelijen AS alias CIA disebut-sebut turut berperan memberikan perlindungan kepada Zelensky dengan cara tertentu.
Baca juga: Kunjungi Rusia Bahas Konflik Ukraina, Sekjen PBB Justru Disindir Zelensky: Tidak Ada Mayat di Moskow
Baca juga: Zelensky Heran Alasan Rusia Rudal Ibu dan Bayi di Ukraina: Bagaimana Dia Mengancam Rusia?
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, informasi ini disampaikan oleh seorang pejabat AS.
CIA disebut aktif mengumpulkan informasi untuk melindungi Zelensky yang berada di Ukraina.
CIA juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah Ukraina terkait keberadaan Zelensky di Kiev.
"Bagaimana cara terbaik untuk memindahkan dia (Zelensky), memastikan bahwa dia (Zelensky) tidak berada di satu lokasi dengan seluruh rantai komandonya," ujar pejabat AS tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Zelensky diketahui menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam bunker.
Ia dikabarkan hanya tidur dua jam sehari agar tetap bisa memantau peperangan dan memberi komando.
Zelensky pun dikabarkan belum bisa bertemu keluarganya yang disembunyikan karena dikhawatirkan menjadi target Rusia.
Dikutip Tribunwow.com dari Daily Mail, Sabtu (2/3/2022), Zelensky sempat menyinggung kebiasaan tidurnya itu saat wawancara dengan media Rusia Roskomnadzor.
"Maafkan saya, hari saya agak berantakan, saya tidak bisa tidur nyenyak tadi malam," kata Zelensky di tengah menjawab pertanyaan.
Alexander Morozov, ilmuwan politik dan anggota Pusat Studi Rusia Boris Nemtsov (Universitas Charles, Praha), menyebut wawancara itu sebagai peristiwa spektakuler.
Dalam sebuah posting Facebook, Morozov mengatakan bahwa kondisi Zelensky terlihat tidak baik.
Namun Presiden 44 tahun itu tetap bersedia tampil dan memberikan keterangan.
"Jelas Zelensky selama 30 hari telah tidur selama dua jam semalam, tetapi dia memutuskan untuk keluar dan berbicara di tengah insomnia parah - yang dia sebut di tengah wawancara," kata Morozov.
"Tuhan beri dia kekuatan. Sulit untuk menangani stres 30 hari seperti itu. Dan bahkan lebih sulit untuk tetap terbuka, tidak menunjukkan kebencian terang-terangan."
"Namun terus berbicara dalam bahasa yang sopan, terbuka, menyiratkan rasa sakit, dan ketulusan."
Meski kurang istirahat, Zelensky masih meluangkan waktu untuk berbicara dengan bawahannya.
Bahkan, ia juga bersedia menghubungi keluarga para tentara yang berperang di Mariupol.
Ayah dua anak itu berusaha memberikan semangat dan penghiburan bagi para keluarga dan tentara yang bertahan.
"Pasukan kami ada di Mariupol. Pasukan Rusia telah masuk ke mana pun mereka bisa. Tapi ada beberapa bagian kota yang belum mereka capai, karena orang-orang kita ada di sana, dan mereka menolak untuk mematuhi peringatan Rusia untuk pergi," kata Zelensky.
"Selain itu, keluarga orang-orang ini telah menghubungi saya. Saya sudah berbicara dengan orang-orang ini. Saya berbicara dengan mereka setidaknya sekali setiap dua hari, saya benar-benar mencoba mencari waktu untuk itu, itu penting bagi saya."
"Saya memberi tahu mereka bahwa saya mengerti segalanya,kami pasti akan kembali. Tetapi jika anda merasa perlu berada di sana dan anda merasa itu adalah hal yang benar, dan bahwa anda dapat bertahan, maka lakukanlah."
Baca juga: Ucap Siap Gunakan Nuklir? Ini Ancaman Terbaru Putin soal Konflik Ukraina
Baca juga: Pengakuan Jurnalis Inggris Kabur dari Kejaran Drone Pembunuh Rusia saat Liputan di Ukraina
Dalam sebuah wawancara dengan The Economist di bunkernya minggu ini, Zelensky menuturkan pentingnya meninggalkan tempat perlindungannya sesering mungkin.
"Jika saya tidak pergi keluar bahkan selama tiga atau empat hari, dan hanya tinggal di kantor saya, saya tidak akan tahu apa yang terjadi di dunia ini,"ujar Zelensky.
Adapun bunker Zelensky tersebut diblokir oleh gerbang logam, dikelilingi oleh penembak jitu dan dilengkapi dengan sistem pertahanan udara.
Meski begitu, halangan ini dikhawatirkan belum cukup aman untuk mencegah upaya pembunuhan dari Presiden Vladimir Putin.
Pada awal Maret, Zelensky yang berada di istana presiden Kyiv, menyatakan tekadnya untuk bertahan di Ukraina.
"Saya di sini, saya tidak bersembunyi, dan saya tidak takut pada siapa pun," tegas Zelensky.
"Kita semua berada di tempat kita bekerja, di mana kita seharusnya berada. Tim saya di Kyiv bersama saya."
"Kita semua berjuang, kita semua berkontribusi untuk kemenangan kita yang pasti akan terjadi."
Selama sebulan belakangan, tidak diketahui apakah Zelensky dapat melihat keluarganya.
Namun dalam wawancara terakhir, Zelensky mengatakan tetap dapat berkomunikasi dengan istrinya Olena Zelenska (44), putrinya Oleksandra (17), dan anak laki-lakinya Kyrylo (9).
"Anak-anak saya tahu pasti apa yang terjadi. Dan saya tidak tahu apakah itu baik atau buruk. Saya belum menjelaskan apa pun kepada anak-anak saya," ujar Zelensky.
"Mereka mengatakan kepada saya bahwa perang sedang berkecamuk di Ukraina, dan di rumah kami, kami memiliki kebebasan berbicara yang sama seperti yang kami miliki di negara kami. Dan mereka tahu apa yang kita perjuangkan. Mereka mengerti semua itu."
"Dua hari pertama, kami tidak membicarakannya sama sekali, dan keluarga saya, dan mereka tidak mengajukan pertanyaan."
"Mereka memikirkannya sendiri, tentang apa yang terjadi. Mereka bangga dengan Ukraina, sangat bangga. Dan mereka memberikan harapan yang tulus dalam kemenangan kita," pungkasnya.
Putin Kirim Pembunuh Bayaran? Rusia Menjawab
Pihak Rusia akhirnya buka suara tentang tudingan bahwa pihaknya mendalangi upaya pembunuhan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menolak keras tuduhan yang disebutnya tak sejalan dengan misi operasi militer Rusia.
Apalagi, tudingan itu menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai orang yang secara pribadi menyewa pembunuh bayaran terkait.
Baca juga: Pengakuan Jurnalis Inggris Kabur dari Kejaran Drone Pembunuh Rusia saat Liputan di Ukraina
Diketahui, Zelensky sebelumnya menyatakan bahwa ia dan keluarganya menjadi target utama Rusia.
Pihak pemerintahan Ukraina kemudian mengungkapkan usaha-usaha pembunuhan sang presiden yang berhasil digagalkan.
Dilansir TribunWow.com dari Russia Today, Rabu (6/4/2022), saat diminta menjawab spekulasi tersebut, Peskov secara tegas membantah isu tersebut.
Ia menyebut Rusia tidak memiliki rencana untuk mencopotnya Zelensky dari kursinya, apalagi melakukan pembunuhan.
"Tidak, ini tidak benar," tegas Peskov saat sesi wawancara dengan penyiar Prancis LCI.
Dia juga bersikeras bahwa perubahan rezim di negara tetangga itu bukan salah satu tujuan operasi militer Rusia yang sedang berlangsung.
"Zelensky adalah Presiden Ukraina," kata Peskov.
Menurutnya, Rusia sama sekali tak bertujuan untuk menguasai Kiev.
Moskow hanya ingin Zelensky untuk menyetujui tuntutan yang diajukan delegasi Rusia selama negosiasi damai.
Sebelumnya, Rusia dikabarkan telah mengerahkan pasukan profesional dalam upaya pembunuhan Zelensky.
Pria 44 tahun yang kini menjadi maskot perang Ukraina tersebut menjadi target utama untuk memuluskan tujuan Rusia menguasai Kiev.
Dilansir TribunWow.com dari Fox News, Minggu (20/3/2022), Direktorat Intelijen Ukraina menyebutkan tentara bayaran tersebut diduga berasal dari perusahaan militer swasta Wagner Rusia.
Pasukan tersebut telah tiba di Ukraina pada hari Minggu dengan tujuan untuk membunuh pemimpin militer dan politik Ukraina.
"Kelompok militan lain yang terkait dengan Yevgeniy Prigozhin, seorang propagandis Rusia yang dekat dengan Putin dan pemilik Liga (Wagner), mulai tiba di Ukraina hari ini," kata Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina dalam sebuah postingan Facebook.
"Tugas utama para penjahat adalah melenyapkan pimpinan militer dan politik tertinggi Ukraina."
Direktorat menegaskan bahwa target utama tentara bayaran itu adalah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan Perdana Menteri Denys Shmyhal.
Selain itu juga Kepala Staf Kepresidenan Andrii Yermak, seorang produser film Ukraina dan pengacara yang menjabat sebagai kepala penasihat Zelensky.
"Putin secara pribadi memerintahkan serangan lain oleh salah satu dari beberapa proxy," bunyi keterangan Direktorat Intelejen Ukraina.
"Semua upaya sebelumnya telah berakhir dengan kegagalan dan penghapusan teroris."
Kementerian Pertahanan Ukraina selama berminggu-minggu membunyikan alarm tentang ribuan tentara bayaran Rusia dari perusahaan militer swasta Liga, sebelumnya dikenal sebagai PMC Wagner, datang ke Ukraina.
Adapun menurut menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), sejak didirikan pada tahun 2014, Grup Wagner telah dianggap sebagai kelompok proksi negara Rusia di luar negeri.
Kelompok itu didirikan oleh Dmitry Utkiny, seorang veteran perang Chechnya dan mantan anggota Direktorat Intelijen Utama, atau badan intelijen Rusia disingkat GRU.
Utkiny dan operator Grup Wagner lainnya berpartisipasi dalam pencaplokan Krimea oleh Rusia dari Ukraina pada tahun 2014. (TribunWow.com/Anung/Via)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/5luar-negeri-as-antony-blinken-di-kiev-minggu-2442022.jpg)