Konflik Rusia Vs Ukraina
Peringatannya Tak Digubris, Rusia Kembali Ultimatum Pasukan Ukraina di Pabrik Baja Mariupol
Rusia kembali memberikan ultimatum bagi pasukan Ukraina di Mariupol yang diketahui berlindung di pabrik baja Azovtal.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Wakil Perdana Menteri Iryna Vereshchuk menyebutkan koridor tersebut tidak lagi dibuka pada hari Senin dan berulang kali menyerukan jalan keluar dari Mariupol untuk didirikan.
"Kami menuntut koridor kemanusiaan yang mendesak dari wilayah pabrik Azovstal untuk wanita, anak-anak dan warga sipil lainnya," katanya dalam sebuah posting di Telegram.
Di sisi lain, Rusia memperkirakan bahwa sekitar 2.500 tentara tentara Ukraina dan sekitar 400 tentara bayaran asing bersembunyi Azovstal yang mencakup lebih dari 11 kilometer persegi tersebut.
Mariupol yang memiliki populasi 450 ribu orang sebelum perang, saat ini memiliki sekitar 100 ribu orang yang tersisa di kota tanpa makanan, air, listrik dan panas.
Ukraina memperkirakan bahwa setidaknya 21 ribu orang telah tewas selama pertempuran jalanan dan pemboman di Mariupol.
Wali Kota Mariupol, Petro Andryushchenko juga mengatakan Rusia menahan sedikitnya 20 ribu warga Ukraina di kamp penyaringan di luar Mariupol.(TribunWow.com)
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pabrik-baja-azovtal-yang-terletak-di-mariupol-ukraina.jpg)