Konflik Rusia Vs Ukraina
Peringatannya Tak Digubris, Rusia Kembali Ultimatum Pasukan Ukraina di Pabrik Baja Mariupol
Rusia kembali memberikan ultimatum bagi pasukan Ukraina di Mariupol yang diketahui berlindung di pabrik baja Azovtal.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Rusia membantah laporan bahwa ada wanita, anak-anak dan warga sipil lainnya di sana dan meminta Kyiv untuk berhenti beralasan.
"Kami sekali lagi meminta pihak berwenang Kyiv untuk menunjukkan alasan dan memberikan perintah yang sesuai kepada para pejuang untuk menghentikan perlawanan mereka yang tidak masuk akal,” kata kementerian pertahanan.
“Tetapi, memahami bahwa mereka tidak akan mendapatkan instruksi dan perintah seperti itu dari otoritas Kyiv, kami meminta (para tentara) untuk secara sukarela mengambil keputusan ini dan meletakkan senjata mereka.”
Baca juga: Tentara Ukraina Ungkap Perlakuan Baik Rusia, Akui Tak Menyangka dan sempat Takut akan Disiksa
Baca juga: Invasi Rusia ke Ukraina Hari ke-53, Mariupol Diduduki Tentara Putin hingga Serangan Baru di Kiev
Rusia Berencana Jatuhkan Bom 3 Ton
Rusia dikabarkan akan segera menyerang pabrik baja Azovtal di Mariupol, Ukraina, secara besar-besaran.
Tak tanggung-tanggung, Rusia dikabarkan akan menggunakan bom seberat 1 hingga 3 ton untuk menghancurkan bangunan tersebut.
Padahal, pabrik metalurgi tersebut diketahui telah menjadi tempat perlindungan ribuan warga Ukraina.
Dilansir TribunWow.com dari BBC, Selasa (18/4/2022), Ukraina menyatakan perang di wilayah timur telah dimulai.
Rusia dikabarkan akan segera melakukan penyerangan di wilayah Donbas, terutama di kota Mariupol.
Namun, Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal, percaya pasukan pertahanan di kota Mariupol yang terkepung akan berjuang sampai akhir.
Hal ini terlihat dari diabaikannya tenggat waktu Rusia bagi pasukan Ukraina di Mariupol untuk menyerah pada hari Minggu.
"Kota ini masih belum jatuh," kata Shmyhal dikutip TribunWow.com dari sebuah wawancara dengan jaringan AS ABC.
"Masih ada pasukan militer kita, prajurit kita, jadi mereka akan berjuang sampai akhir. Dan untuk saat ini, mereka masih di Mariupol."
Militer Rusia mengatakan mereka menguasai hampir semua Mariupol.
Disebutkan juga bahwa Batalyon Azov Ukraina masih bertahan di Azovstal, sebuah pabrik baja besar yang menghadap ke Laut Azov.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pabrik-baja-azovtal-yang-terletak-di-mariupol-ukraina.jpg)