Konflik Rusia Vs Ukraina
Peringatannya Tak Digubris, Rusia Kembali Ultimatum Pasukan Ukraina di Pabrik Baja Mariupol
Rusia kembali memberikan ultimatum bagi pasukan Ukraina di Mariupol yang diketahui berlindung di pabrik baja Azovtal.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Rusia kembali memberikan ultimatum bagi pasukan Ukraina di Mariupol.
Terntara Ukraina dan sejumlah pengungsi itu diketahui berlindung di pabrik baja Azovtal.
Rusia berjanji akan membiarkan mereka yang menyerah tanpa perlawanan untuk tetap hidup.
Baca juga: 20 Ribu Tentara Bayaran Rusia sampai di Ukraina, Terungkap Bayaran Pejuang Suriah yang Ikut Perang
Baca juga: Tujuan Rusia Lakukan Serangan Kedua di Ukraina, Ini 3 Tantangan yang akan Dihadapi Pasukan Putin
Dilansir TribunWow.com dari Aljazeera, Selasa (19/4/2022), Kementerian pertahanan Rusia telah menetapkan batas waktu lain bagi tentara Ukraina untuk menyerah.
Pihak Rusia mengatakan nyawa pasukan di dalam pabrik baja akan selamat jika mereka menghentikan perlawanan.
"Semua yang meletakkan senjata dijamin akan tetap hidup," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, (19/4/2022).
Pihak Rusia menambahkan bahwa pasukan dapat mundur dari pabrik baja antara pukul 14:00 dan 16:00 waktu Moskow (11:00-13:00 GMT).
“tanpa kecuali, tanpa senjata dan tanpa amunisi”.
Tuntutan menyerah-atau-mati yang serupa tidak dijawab pada hari Minggu, sehari setelah tentara Rusia mengklaim telah membersihkan kota itu.
Eduard Basurin, juru bicara separatis yang didukung Rusia di wilayah Donbas, mengatakan pada hari Selasa kelompok penyerang telah pindah ke pabrik baja Azovstal dalam upaya untuk memberantas pasukan Ukraina.
Kemudian pada hari itu, kementerian pertahanan mengatakan pasukan Rusia telah membuka koridor kemanusiaan sehingga pasukan Ukraina yang setuju untuk meletakkan senjata mereka dapat meninggalkan kota.
"Angkatan bersenjata Rusia membuka koridor kemanusiaan untuk penarikan personel militer Ukraina yang secara sukarela meletakkan senjata dan militan formasi nasionalis mereka,” kata kementerian itu, seraya menambahkan bahwa koridor aman dibuka pada pukul 14:00 (11:00 GMT).
Tidak ada komentar segera oleh otoritas Ukraina.
Sementara, dewan kota Mariupol mengatakan setidaknya 1.000 warga sipil bersembunyi di tempat perlindungan di bawah pabrik baja Azovtal.
Pabrik tersebut memiliki kompleks luas, yang berisi banyak sekali bangunan, tanur tinggi, dan rel kereta api.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pabrik-baja-azovtal-yang-terletak-di-mariupol-ukraina.jpg)