Konflik Rusia Vs Ukraina
Soroti Luka dan Trauma Bocah Korban Perang, Dokter di Ukraina: Saya Benci Rusia
Dokter di Ukraina menceritakan bagaimana kondisi para anak-anak di Ukraina yang menjadi korban serangan tentara Rusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Melalui postingan Telegram, Boychenko menyebut warga Mariupol yang ditangkap dibawa ke kamp penyaringan, di mana penjaga memeriksa ponsel dan dokumen warga.
"Setelah pemeriksaan, beberapa warga Mariupol dialihkan ke kota-kota terpencil di Rusia, nasib yang lain masih belum diketahui," tulis Boychenko.
"Apa yang dilakukan penjajah hari ini sudah tidak asing lagi bagi generasi tua, yang melihat peristiwa mengerikan Perang Dunia II, ketika Nazi menangkap orang secara paksa."
"Sulit membayangkan bahwa di abad ke-21 orang akan dideportasi secara paksa ke negara lain."
Dikutip dari kanal Ukrinform, Senin (21/3/2022), Boychenko juga sempat mengungapkan kegeramannya.
"Pasukan Rusia tidak hanya menghancurkan Mariupol kita yang damai, mereka bahkan telah melangkah lebih jauh dan mulai mengusir penduduk Mariupol," seru Boychenko.
"Semua kejahatan perang oleh Rusia harus mendapatkan hukuman yang paling berat," pungkasnya. (TribunWow.com/Anung/Via)
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/1eduanya-menjadi-korban-serangan-pasukan-militer-rusia.jpg)