Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Imigran Asia di Rusia Ditekan untuk Ikut Wajib Militer, Berikut Pengakuan Tentara Putin di Ukraina

Warga negara Asia yang tinggal di Rusia dikabarkan mendapat tekanan untuk ikut berperang di Ukraina.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Twitter Via Daily Mail
Viral rekaman Tentara Rusia yang menangis setelah bisa menghubungi ibunya usai dirinya menyerah kepada warga Ukraina di media sosial. Terbaru, imigran asal Asia yang tinggal di Rusia mengaku mendapat tekanan untuk mendaftar wajib militer. 

TRIBUNWOW.COM - Warga negara Asia yang tinggal di Rusia dikabarkan mendapat tekanan untuk ikut berperang di Ukraina.

Diprediksi munculnya tekanan ini karena militer Moskow mengalami kerugian yang lebih besar dari perkiraan.

Hal ini diperkuat pengakuan seorang tentara Rusia yang mengaku bergabung agar mendapat hak khusus.

Pada Senin (13/3/2022) pagi, sebuah apartemen yang ada di bagian utara Kota Kyiv/Kiev, Ukraina terkena serangan misil pasukan Rusia. Dalam insiden ini satu orang tewas, sedangkan 12 lainnya luka-luka.
Pada Senin (13/3/2022) pagi, sebuah apartemen yang ada di bagian utara Kota Kyiv/Kiev, Ukraina terkena serangan misil pasukan Rusia. Dalam insiden ini satu orang tewas, sedangkan 12 lainnya luka-luka. (State Emergency Service of Ukraine)

Baca juga: Ungkit Kesaksian Pengungsi, Rusia Minta Media Barat Adil Beritakan Ukraina: Setop Sebar Kebohongan

Baca juga: Sewa 400 Tentara Bayaran, Rusia Janjikan Bonus Besar jika Bisa Bunuh Presiden Ukraina

Dilansir TribunWow.com dari The Moscow Times, Kamis (17/3/2022), surat kabar Ukrainska Pravda membocorkan data pribadi 120.000 tentara Rusia yang bertempur di Ukraina.

Daftar berisi 6.616 halaman nama personel militer, nomor registrasi, dan tempat pelayanan yang tidak belum dapat diverifikasi itu berisi beberapa nama etnis Asia Tengah.

Valentina Chupik, seorang advokat hak-hak sipil yang terkenal karena pekerjaannya membela hak-hak migran di Rusia, membenarkan bahwa lebih dari selusin orang Asia Tengah telah meminta nasihat hukumnya.

Hal ini menyusul adanya tekanan untuk mendaftar wajib militer secara kontrak di lembaga perekrutan tentara Rusia sejak 26 Februari.

Chupik mengatakan dia menerima telepon dari 10 warga Tajikistan dan Uzbekistan yang tinggal di Rusia.

Mereka mengaku telah menerima panggilan telepon dari perwakilan firma hukum imigrasi.

Petugas itu mengaku dapat mempercepat proses menerima kewarganegaraan Rusia jika mereka mendaftar untuk layanan kontrak.

"Ini bohong besar, undang-undang tidak mengizinkan ini," kata Chupik.

"Saya memberi tahu orang-orang ini bahwa [penelepon] itu adalah penipu.”

Taktik lain melibatkan tenda tentara di beberapa stasiun metro Moskow, di mana para perekrut mencoba membujuk para imigran untuk mendaftar ke "Tentara Sukarelawan Republik Rakyat Donetsk.

"Mereka menargetkan para migran. Menjanjikan bahwa mereka dapat memperoleh kewarganegaraan Rusia hanya dalam enam bulan," kata Chupik.

"Saya pikir pemerintah Rusia menggunakan tenaga kerja migran sebagai umpan meriam di Ukraina."

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
AsiaUkrainaRusiaVladimir Putinwajib militer
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved