Breaking News:

Terkini Daerah

Update Kasus Anak Anggota DPRD Pekanbaru Rudapaksa Bocah SMP yang Dikabarkan Berdamai

Hal itu meski anak anggota DPRD Pekanbaru itu telah membayar uang damai sebesar Rp 80 juta kepada pihak keluarga korban. 

TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi. AR 21 anak anggota DPRD Pekanbaru tersangka kasus rudapaksa bocah 15 tahun tak ditahan polisi. (TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika) 

TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian memastikan kasus anak anggota DPRD Pekanbaru AR (21) yang jadi tersangka kasus rudapaksa terhadap bocah SMP AY (15) tetap berlanjut. 

Hal itu meski anak anggota DPRD Pekanbaru itu telah membayar uang damai sebesar Rp 80 juta kepada pihak keluarga korban. 

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan menyebut bahwa perkara kasus ini sudah dilimpahkan lagi ke kejaksaan setelah sebelumnya dikembalikan jaksa karena berkasnya belum lengkap atau P19. 

Baca juga: Kasus Anak Anggota DPRD Pekanbaru Cabuli Gadis Berakhir Damai Berkat Rp 80 Juta, Polisi Berkata Lain

Baca juga: Dikabarkan Damai, Anak Anggota DPRD Pekanbaru yang Sekap dan Rudapaksa Bocah SMP Tak Ditahan

"Sudah kita kirim lagi hari Kamis minggu lalu berkasnya," kata Kompol Andrie, Senin (24/1/2022), dikutip dari Tribun Pekanbaru.

Andrie menyebut sudah berusaha melengkapi berkas perkara yang diminta oleh jaksa. 

Kini, dirinya tinggal menunggu arahan selanjutnya dari jaksa. 

"Insya Allah berkas sudah kita lengkapi (sesuai petunjuk jaksa). Saat ini kita sedang menunggu petunjuk jaksa selanjutnya," papar Kasat Reskrim.

Dengan ini, dia memastikan bahwa anggapan kasus dihentikan karena keluarga sudah berdamai dan mencabut berkas perkara itu tidak benar. 

Andrie menunjukkan bahwa pihak kepolisian profesional dalam menangani sebuah perkara. 

Meski begitu, pihaknya tak mengabarkan lebih lanjut terkait penahanan AR yang kemarin dikabarkan tak lagi ditahan meski statusnya masih tersangka. 

Baca juga: Dikabarkan Damai, Anak Anggota DPRD Pekanbaru yang Sekap dan Rudapaksa Bocah SMP Tak Ditahan

Sebagai informasi, AR merupakan tersangka yang dijerat Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Dirinya diancam pidana dengan hukuman penjara paling singkat 5 tahun, serta paling lama 15 tahun.

Halaman
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved