Breaking News:

Terkini Daerah

Dikabarkan Damai, Anak Anggota DPRD Pekanbaru yang Sekap dan Rudapaksa Bocah SMP Tak Ditahan

Tersangka yang juga merupakan anak anggota DPRD Pekanbaru, Riau, kini tak ditahan oleh pihak kepolisian. 

Tribun Lampung/Deni Saputra
Ilustrasi. AR (21) anak anggota DPRD tersangka kasus penyekapan dan rudapaksa tak ditahan usai damai dengan keluarga korban. 

TRIBUNWOW.COM - AR (21), tersangka kasus rudapaksa dan penyekapan terhadap bocah SMP di Pekanbaru, Riau, dikabarkan menempuh jalur damai dengan keluarga korban. 

Tersangka yang juga merupakan anak anggota DPRD Pekanbaru, Riau, kini tak ditahan oleh pihak kepolisian. 

"Korban sudah mencabut laporannya. Ada pernyataan mencabut laporannya dan juga pernyataan perdamaian kedua belah pihak," Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi, Rabu (5/1/2022), dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Tak Hanya Cabuli Anak sejak SD hingga SMK, Pria Ini Juga Hamili Adik Ipar, Polisi: Alami Hiperseks

Baca juga: Tega Rudapaksa Anak Tiri, Pria di Palopo Serahkan Diri setelah 3 Hari Kabur: Takut Dihajar Warga

Usai keluarga korban mencabut laporannya, tersangka tak lagi ditahan di Mapolres Pekanbaru.

Meski statusnya masih tersangka, kini AR hanya dikenakan wajib lapor.

"Sementara ditangguhkan, dia (AR) berkewajiban wajib lapor seminggu dua kali,"  sebut Budi.

Padahal, sebelumnya tersangka sempat ditahan untuk proses penyidikan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang secara objektif memenuhi syarat untuk dilakukan penahanan.

Meski begitu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Pekanbaru Kompol Andri Setiawan menyatakan bahwa musyawarah damai antara pihak korban dan tersangka tak membuat dirinya bebas dari jerat hukum. 

"Penanganan proses hukum berkaitan dengan pelaporan kasus persetubuhan saat ini masih dilakukan proses penyidikan," kata Andri kepada wartawan, Rabu (5/1/2022).

Baca juga: Kronologi Oknum DPRD dan Kades Sekap, Aniaya, lalu Lecehkan Murid Pesantren, Bermula dari Lakalantas

"Dalam konteks musyawarah korban dengan terlapor, penanganan hukumnya diluar konteks kita. Kalau dari keduabelah pihak melakukan upaya-upaya hal musyawarah, itu di luar konteks proses penyelidikan dan penyidikan kita," sebut Andri.

Dirinya memastikan bahwa kasus pelaku akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses lebih lanjut. 

Kini kasus tersebut masih ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Pekanbaru

Pihaknya masih mengurus kelengkapan berkas sebelum nantinya akan dilimpahkan kepada jaksa. 

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved