Breaking News:

Virus Corona

Aturan Lengkap Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Varian Omicron, dari Tempat hingga Kriteria Sembuh

Pasien isolasi mandiri yang terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron perlu menyimak aturan baru dari pemerintah.

Aturan Terbaru

Ilustrasi Omicron. (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

A. Tempat isolasi

1. Kasus konfirmasi Covid-19 dengan gejala berat-kritis:

- Dirawat di rumah sakit penyelenggara pelayanan Covid-19.

2. Kasus konfirmasi Covid-19 dengan gejala sedang atau gejala ringan disertai komorbid yang tidak terkontrol:

- Dirawat di rumah sakit lapangan/rumah sakit darurat atau rumah sakit yang penyelenggara pelayanan Covid-19.

3. Gejala klinis untuk kasus konfirmasi Covid-19 varian Omicron pada prinsipnya sama dengan gejala klinis Covid-19 varian lainnya.

4. Kasus konfirmasi Covid-19 tanpa gejala (asimptomatik) dan gejala ringan:

- Melakukan isolasi mandiri jika memenuhi syarat klinis dan syarat rumah.

a. Syarat klinis dan perilaku

- Usia di bawah 45 tahun;

- Tidak memiliki komorbid;

- Dapat mengakses telemedicine atau layanan kesehatan lainnya;

- Berkomitmen untuk tetap diisolasi sebelum diizinkan keluar.

b. Syarat rumah dan peralatan pendukung lainnya

- Dapat tinggal di kamar terpisah, lebih baik lagi jika lantai terpisah;

- Ada kamar mandi di dalam rumah, terpisah dengan penghuni rumah lainnya;

- Dapat mengakses pulse oksimeter .

Jika pasien tidak memenuhi syarat klinis dan syarat rumah, maka pasien harus melakukan isolasi di fasilitas isolasi terpusat.

Selama isolasi, pasien harus dalam pengawasan puskesmas atau satgas setempat.

Isolasi terpusat dilakukan pada fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau swasta yang dikoordinasikan oleh puskesmas dan dinas kesehatan.

5. Untuk pasien yang dirawat di rumah sakit dan sudah mengalami perbaikan klinis:

- Dilakukan pemeriksaan RT-PCR sebanyak dua kali dengan jarak waktu pemeriksaan 24 jam.

- Apabila hasil positif, maka lokasi isolasi pasien dapat dipindahkan ke fasilitas isolasi terpusat atau melakukan isolasi mandiri jika memenuhi syarat rumah sesuai dengan kriteria isolasi.

6. Kasus konfirmasi Covid-19 Warga Negara Indonesia yang merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN):

- Dapat menggunakan bukti identitas berupa paspor dan Surat Jaminan Pelayanan (SJP) dari pimpinan rumah sakit untuk dapat dirawat di rumah sakit lapangan/rumah sakit darurat atau rumah sakit penyelenggara pelayanan Covid-19.

- PPLN dengan gejala ringan atau tanpa gejala (asimptomatik), isolasi sebaiknya dilakukan di tempat isolasi khusus untuk luar negeri;

- PPLN dengan gejala sedang dan berat sebaiknya dilakukan isolasi di rumah sakit.

B. Kriteria dinyatakan selesai isolasi/sembuh

1. Pada kasus konfirmasi Covid-19 yang tidak bergejala (asimptomatik):

- Isolasi dilakukan selama minimal 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.

2. Pada kasus konfirmasi Covid-19 dengan gejala:

- Isolasi dilakukan selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah dengan sekurang-kurangnya tiga hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan.

- Untuk kasus-kasus yang mengalami gejala selama 10 hari atau kurang, harus menjalani isolasi selama 13 hari.

- Apabila masih terdapat gejala setelah hari ke 10, maka isolasi mandiri masih tetap dilanjutkan sampai dengan hilangnya gejala tersebut ditambah tiga hari.

3. Pada kasus konfirmasi COVID-19 yang sudah mengalami perbaikan klinis pada saat isoman/isoter:

- Dapat dilakukan pemeriksaan NAAT, termasuk pemeriksaan RT-PCR pada hari ke-5 dan ke-6 dengan selang waktu pemeriksaan 24 jam.

- Jika hasil negatif atau Ct>35 2 kali berturut-turut, maka dapat dinyatakan selesai isolasi/sembuh.

- Pembiayaan untuk pemeriksaan ini dilakukan secara mandiri.

4. Pada kasus konfirmasi Covid-19 yang sudah mengalami perbaikan klinis pada saat isoman/isoter, tetapi tidak dilakukan pemeriksaan NAAT termasuk pemeriksaan RT-PCR pada hari ke-5 dan ke-6 dengan selang waktu 24 jam:

- Pasien harus melakukan isolasi dengan ketentuan kriteria selesai isolasi/sembuh.

(Tribunnews.com/Katarina Retri)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Aturan Terbaru Isolasi Mandiri Pasien Omicron: Usia di Bawah 45 Tahun dan Dapat Akses Telemedicine

Halaman
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved