Breaking News:

Terkini Daerah

2 Hari Sembunyi seusai Tikam TNI hingga Tewas di Pluit, Baharudin Bertahan Hidup dengan Makanan Sisa

Pelaku utama penusukan anggota TNI di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, B sempat melarikan diri seusai melancarkan aksi kejamnya.

Makan Makanan Sisa

Baharudin (pakaian biru tua dan masker), pelaku utama pengeroyokan anggota TNI di Waduk Pluit Jakarta Utara ditangkap polisi, Selasa (19/2/2022). (Tribun Jakarta/Istimewa)

Setelah itu, barulah B bersembunyi di dalam kapal cumi selama dua hari.

B bersembunyi di antara kapal-kapal cumi yang bersandar di Gang Kepiting, Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan.

Selama dua hari, B tak keluar dari persembunyiannya.

Untuk bertahan hidup B bahkan mengandalkan makanan sisa di dalam kapal.

“Pelaku ini ketakutan setelah menusuk korban hingga tewas, dia nggak berani keluar kapal,” terang Fajar.

Menurut Fajar, B tak mengetahui pria yang ditikamnya adalah anggota TNI.

Hingga akhirnya keberadaan B diendus polisi dan ia ditangkap tanpa perlawanan.

Percakapan Terakhir

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengungkap percakapan terakhir pelaku dengan anggota TNI AD, Pratu S (23) sebelum tewas dikeroyok.

Dilansir TribunWow.com, Zulpan belum bisa banyak bicara soal motif pengeroyokan tersebut.

Namun, ia mengatakan sebelum kejadian empat pelaku yang mengendarai sepeda motor menghampiri korban bersama warga sipil lain yang tengah berada di warung seberang Waduk Pluit, Pejaringam, Jakarta Utara, Minggu (16/1/2022) dini hari.

Saat itu, para pelaku tengah mencari seseorang.

Pelaku pun menanyai satu per satu orang yang ada di warung tersebut.

"Awalnya, datang 4 orang pelaku dengan mengendarai 2 sepeda motor berboncengan," kata Zulpan, dikutip dari TribunJabar.id, Selasa (18/1/2022).

"Kemudian turun dan mendatangi para saksi satu per satu dan bertanya 'Apakah kamu orang Kupang?' Satu saksi menjawab bukan, lalu pelaku bertanya ke korban S."

Namun, saat itu S enggan menjawab pertanyaan pelaku.

Hal itu lantas memancing amarah pelaku yang langsung mengeroyok korban.

Antara korban dan pelaku sempat terjadi cekcok dang saling pukul.

Pelaku bahkan menikam dada korban hingga tewas.

"Korban saling pukul dan satu pelaku berkaos hitam mencekik leher korban S sambil memegang tangan korban," ungkapnya.

"Kemudian salah satu pelaku berkaos biru menusuk korban S menggunakan senjata tajam 2 kali hingga jatuh dan tersungkur."

Baca juga: Detik-detik Anggota TNI AD Dikeroyok hingga Tewas di Waduk Pluit, Polisi Buru Otak Pengeroyokan

Baca juga: Detik-detik Anggota TNI Tewas Dikeroyok 8 Pria, Korban Sempat Berjalan Sempoyongan Penuh Luka

Kronologi Kejadian

Dilansir Wartakota, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menyebut bahwa pengeroyokan itu terjadi pada Minggu (16/1/2022) pukul 03.00 WIB.

 TKP, merupakan sebuah warung di pinggir jalan yang nampaknya buka 24 jam.

Korban saat itu sedang bersama dua rekannya yang merupakan warga sipil SM (30) dan MS (33), dan hendak menuju wilayah Waduk Pluit

Saat itu, korban yang sedang berjalan dengan temannya dihampiri oleh empat orang tak dikenal (OTK) yang berboncengan menggunakan dua motor. 

Orang-orang itu kemudian menanyakan asal daerah dari rombongan korban. 

Teman korban, SM menjawab bahwa dirinya bukan orang Kupang melainkan orang Lampung. 

Hingga kemudian pertanyaan sampai ke S dan S tak menjawab apa yang ditanyakan pelaku. 

"Setelah itu pelaku bertanya ke korban S dan korban tidak menjawab, akhirnya terjadi cekcok antara pelaku dan korban S," jelas Zulpan dikonfirmasi Senin (17/1/2022).

Setelah cekcok, korban kemudian dikeroyok oleh OTK itu.  

OTK tersebut juga melakukan penusikan kepada korban hingga korban tersungkur tak berdaya. 

Tidak berhenti sampai situ, korban masih dianiaya hingga berakhir tewas. 

Selain korban, dua teman korban juga mengalami luka-luka yang cukup parah karena pelaku menggunakan senjata tajam. 

Ketiganya kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk dievakuasi dan diberikan perawatan. 

Hingga kini, TKP masih diberi garis polisi dan pemilik warung belum bisa berjualan.

Polisi sendiri telah memeriksa delapan orang yang disebut menjadi saksi mata atas kejadian ini. (TribunWow.com)

Baca Artikel terkait Lainnya

Artikel ini diolah dari Tribun Jakarta yang berjudul Pertanyaan Ini Tak Dijawab, Emosi Pelaku Aniaya Anggota TNI di Warung Seberang Waduk Pluit, Tribunnews.com yang berjudul Ini Sikap Panglima TNI Terkait Anggota TNI yang Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara, dan TribunnwsBogor.com dengan judul Inilah Tempat Persembunyian Pelaku Utama Penusukan Anggota TNI, Bertahan Hidup dengan Sisa Makanan

Halaman
Tags:
PenikamanPengeroyokanTNIPluitPenjaringan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved