Breaking News:

Terkini Daerah

2 Hari Sembunyi seusai Tikam TNI hingga Tewas di Pluit, Baharudin Bertahan Hidup dengan Makanan Sisa

Pelaku utama penusukan anggota TNI di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, B sempat melarikan diri seusai melancarkan aksi kejamnya.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Polisi menunjukan para tersangka pengeroyokan yang menewaskan anggota TNI AD, Pratu Sahdi (23) di warung kawasan Waduk Pluit, dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta, Selasa (18/1/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pelaku utama penusukan anggota TNI di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Baharudin alias B sempat melarikan diri seusai melancarkan aksi kejamnya.

Baharudin bahkan bersembunyi di tempat yang sulit dijangkau selama dua hari.

Untuk bertahan hidup, Baharudin makan makanan seadanya dan tak keluar dari tempat persembunyiannya.

Kapolres Metro Jakarta, Kombes Pol Wibowo mengatakan Baharudin selama ini bekerja sebagai penjaga kapal.

Baca juga: Gugur Lawan KKB di Maybrat, Serda Miskel Asli Papua Baru Jadi Anggota TNI pada 2021

Baca juga: Hendak Perbaiki Jembatan, 1 Anggota TNI di Maybrat Gugur Ditembak KKB, 3 Prajurit Lain Luka Berat

B pun ditangkap di tempat kerjanya beberapa hari setelah menikam Pratu S hingga akhirnya tewas.

"Dia penjaga kapal di dermaga, di daerah Muara Baru," ungkap Wibowo, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Kamis (20/1/2022).

"Ditangkap pas lagi bekerja, memang dia bekerjanya kan di dermaga Muara Baru."

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Metro Penjaringan AKP M Fajar menyebut B sempat pulang ke rumah seusai menikam korban.

Di rumahnya, B sempat berganti baju lalu melarikan diri di tempat persembunyian.

"Dia awalnya sempat pulang dulu ke rumah, ganti baju dan celana lalu ke tempat kerjanya, ngumpet di sana," ungkapnya.

Halaman
Tags:
PenikamanPengeroyokanTNIPluitPenjaringan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved