Breaking News:

Terkini Daerah

Viral Ricuh TNI dan Petani di Seituan, Ada 2 Versi Cerita Saling Berlawanan, Begini Pengakuannya

Warga setempat mengaku menerima tindak kekerasan dari pihak TNI namun di sisi lain pihak militer mengungkapkan kronologi berbeda.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUN MEDAN/HO
Tangkapan layar kericuhan terjadi di area lahan persawahan antara petani dari Desa Seituan Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deliserdang dengan Personil TNI Angkatan Darat Selasa (4/1/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Viral di media sosial sebuah video menampilkan konflik antara anggota TNI melawan warga sipil yang diketahui merupakan petani.

Kejadian ini diketahui terjadi di Desa Seituan Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (4/1/2022).

Terkait kejadian ini, pihak masyarakat dan TNI memberikan keterangan berbeda.

Dikutip dari Tribun-Medan.com, berikut adalah dua versi kronologi seputar konflik TNI Vs warga di Desa Seituan:

Baca juga: Saksi Mata Sempat Dengar Handi Teriak seusai Ditolong Oknum TNI: Masih Bisa Tertolong

Baca juga: 20 Pemuda Keroyok dan Rampok 1 Keluarga di Jaktim, Korban Ungkap Awalnya Minta Izin Mau Lewat

TNI Injak Anak SMP

Video kericuhan tersebut diketahui viral seusai diunggah oleh seorang petani yang memiliki akun Facebook bernama "Samarya Uyee Samarya Parbellakk".

Konflik ini diketahui dipicu oleh saling klaim wilayah persawahan.

Di satu sisi masyarakat mengklaim persawahan yang ada di Desa Seituan.

Namun di sisi lain, lahan persawahan itu juga diklaim oleh Pusat Koperasi Angkatan Darat (Puskopad) A Dam I/BB.

Dalam video, kericuhan terjadi seusai pihak TNI AD memasang plang di area persawahan tersebut.

"Tolong....tolong kami. Tuhan tolong kami, masyarakat dipukuli," ucap pemilik akun Facebook tersebut sembari menayangkan video siaran langsung.

Kepala Desa Seituan, Parningotan Marbun menyebut pihak Puskopad sudah lama meminta agar warga mengosongkan lahan pertanian seluas 65 hektare.

Parningotan menjelaskan, masyarakat enggan pindah karena mengklaim lahan itu sudah dikuasai dari zaman kakek nenek mereka.

Ia mengatakan, pihak TNI baru mengklaim akhir-akhir ini.

"Sesudah jadi bandara ini mereka ngaku-ngaku HGU nya ini. Dulu-dulu enggak pernah diperdebatkan di zaman kakek saya. Semenjak ada bandara ininya seperti ini," ucap Parningotan.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
TNIPetaniKericuhanDeliserdangSumatera Utara
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved