Terkini Daerah
Fakta-fakta Kasus Tabrak Lari di Nagreg, Pelaku Mondar-mandir hingga Buang Korban di Sungai
Setelah para tersangka menjalani rekonstruksi, terungkap sejumlah fata baru terkait kasus tabrak lari di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
Dia nampak mengenakan pakaian berwarna biru, sama dengan pakaian yang ada di video evakuasi yang sempat viral di media sosial.
Dirinya juga mengonfirmasi bahwa pakaian itu merupakan pakaian yang sama dengan pakaian yang dia gunakan saat mengangkat tubuh korban.
"Ini saya juga terpaksa menggunakan baju ini lagi, padahal sudah enggak mau pakai baju ini lagi. Suka keingat-ingat kejadian itu," ujarnya saat ditemui usai rekonstruksi.
"Ini, ini masih keliat bekas darah," katanya.
4. Pura-pura Cari Ambulans
Kepada warga masyarakat, tiga TNI itu mengaku akan segera melarikan korban ke rumah sakit terdekat.
Bahkan Saefudin mengaku ingat betul bahwa para tersangka sempat menanyakan nomor telepon ambulans kepada dirinya.
Seusai menabrak kedua korban, para tersangka disebutnya sempat mondar-mandir karena panik.
"Pas diambil, dia bilang mau ke rumah sakit. Tolonglah bantuin, mau diambil ke rumah sakit aja," kata dia.
Namun, kenyataannya tubuh korban justru dibuang ke sungai oleh pelaku.
Terlebih Handi diduga masih hidup saat dibuang ke sungai.
Bahkan sebelum dipertemukan kembali dalam rekonstruksi dia masih mengingat wajah pelaku.
Dia pun menyatakan rekonstruksi yang diperagakan pelaku sudah sesuai dengan apa yang dia ingat.
"Ingat banget, soalnya saat kejadian bareng mengangkat korban. Kejadiannya cukup lama, dan ternyata seperti itu kejadiannya," kata Saefudin.
"Pas lihat lagi tersangka, yah kesal saja, gereget ingin nendang. Tapi, enggak bisa karena dilarang kan sama petugas," katanya.
Baca juga: Sebelum Buang Jasad Korban ke Sungai, 3 Oknum TNI Sempat Pura-pura Cari Ambulans, Begini Ceritanya
Baca juga: Oknum TNI Sempat Minta Ambulans untuk Handi dan Salsabila: Tolonglah Bantuin