Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Termasuk karena Mimpi, Ini Alasan Dokter Hastry Bantu Kasus Subang hingga Ada Autopsi Kedua

Setelah otopsi ulang yang dilakukan pada Sabtu (2/10/2021), kini, ia menyampaikan apa yang menjadi alasannya.

youtube denny darko
Podcast soal kasus pembunuhan di Subang antara youtuber Denny Darko dengan ahli forensik Polri ternama, dr. Hastry, Sabtu (20/11/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah Kombes Sumy Hastry Purwanti, yang juga sebagai ahli forensik memiliki sejumlah alasan untuk membantu otopsi ulang kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang terjadi di Subang, Jawa Barat

Setelah otopsi ulang yang dilakukan pada Sabtu (2/10/2021), kini, ia menyampaikan apa yang menjadi alasannya.

"Padahal kejadian 18 Agustus, sekian lama netizen itu kan dari medsos (media sosial) saya kan 'tolong bu, kasus Subang'," katanya dalam kanal Youtube Denny Darko, Rabu (24/11/2021). 

Baca juga: Polisi Diduga Sudah Tahu Sosok Pelaku, Kapan Kasus Subang Diungkap? dr Hastry: Tak Butuh Pengakuan

Baca juga: Didatangi Korban Kasus Subang Lewat Mimpi, Ahli Forensik Akui Dapat Petunjuk, Ini Pengakuannya

Awalnya, desakan netizen di media sosial hanya ia anggap sebagai simpati masyarakat dan tidak terlalu dihiraukan. 

Terlebih otopsi kedua jasad korban sudah dilakukan di hari yang sama setelah jasad korban ditemukan.

Di tengah banyaknya desakan netizen meminta dirinya untuk membantu kasus Subang, ia mengaku juga didatangi oleh korban di dalam mimpi. 

Ia tidak menjelaskan siapa persisnya yang datang dan kapan waktunya. 

Tetapi ia menyebut bahwa korban memberikan petunjuk, yang kemudian berhasil ia dapatkan. 

"Korban datang dan minta tolong sehingga saya memutuskan untuk ke Subang," jelasnya. 

Pun, sebagai seorang polisi, ia merasa bertanggung jawab untuk membantu kasus yang saat itu sudah dua bulan dalam penyelidikan pihak kepolisian. 

Baca juga: Pelaku Kasus Subang Bisa Diungkap Lewat Puntung Rokok, Ini Pengakuan Danu yang DNA-nya di TKP

Kini, setelah lebih dari tiga bulan kasus Subang, penyelidikan juga belum membuahkan kepastian hingga akhirnya dilimpahkan ke Polda Jabar untuk penyelidikan lebih lanjut.

Alasan Kasus Berjalan Lama

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa kasus ini berjalan lama karena kehati-hatian dari polisi dalam menetapkan tersangka. 

Pihaknya, harus memiliki bukti-bukti yang secara terang dan jelas mengarah ke pelaku agar tidak salah sangka. 

Terkebih di sekitar TKP tak ada saksi atau CCTV yang bisa dijadikan petunjuk. 

TKP juga dalam kondisi berantakan dan jejak pelaku hampir tidak ada di lokasi. 

Dokter Hastry juga menambahkan, proses ini bisa berjalan lama karena ada proses membandingkan jejak DNA yang ditemukan di TKP dengan pihak-pihak yang terkait dengan korban. 

Misalnya, untuk menganalisis DNA pada puntung rokok diperlukan waktu satu bulan.

Hal itu karena penyidik harus mencocokkan DNA dengan waktu kematian korban.

"Itu yang sulit karena harus kita ulang lagi, kita bandingkan dengan properti atau sisa-sisa rokok yang lain," terang dr Hastry.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved