Pembunuhan di Subang
Didatangi Korban Kasus Subang Lewat Mimpi, Ahli Forensik Akui Dapat Petunjuk, Ini Pengakuannya
Ahli Forensik Mabes Polri, dr Sumy Hastry Purwanti mengungkap alasannya turun tangan dalam kasus pembunuhan di Subang, Jawa Barat.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Ahli Forensik Mabes Polri, dr Sumy Hastry Purwanti mengungkap alasannya turun tangan dalam kasus pembunuhan di Subang, Jawa Barat.
Dilansir TribunWow.com, dr Hastry mengaku dimintai tolong oleh korban lewat mimpi.
Kasus Subang sudah berlangsung tiga bulan, tepatnya pada 18 Agustus 2021.
Saat itu jasad Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan bertumpuk di dalam bagasi mobil Alphard.
Baca juga: Pelaku Kasus Subang Bisa Diungkap Lewat Puntung Rokok, Ini Pengakuan Danu yang DNA-nya di TKP
Baca juga: 10 Hari Kasus Subang Dilimpahkan ke Polda Jabar, Yosef dan Saksi Lain Disebut akan Kembali Diperiksa
dr Sumy turut serta dalam autopsi ulang jasad kedua korban pada 2 Oktober lalu.
Sebelum melakukan autopsi ulang, dr Sumy mengaku mendapat permintana tolong dari korban lewat mimpinya.
Hal itu diungkapkan dr Sumy dalam kanal YouTube Denny Darko, Rabu (24/11/2021).
dr Sumy memang tak sedari awal melakukan autopsi jasad Tuti dan Amalia.
Karena itu, ia mengetahui kasus ini hanya dari media sosial dan pemberitaan media.
Setelah kasus ini tak kunjung terungkap, dr Sumy mendapat banyak permintaan dari netizen untuk membantu mengautopsi jasad korban.
“Sekian lama, netizen itu kan dari medsos saya kan suruh, bu tolong bu, kasus Subang, saya pikir kan udah diautopsi ya sudah ya kan,” ujar dr Hastry.
“Lah, terus tiba-tiba kok, korban datang minta tolong, akhirnya ya saya memutuskan untuk ke Subang."
Pengakuan dr Hastry membuat Denny Darko kaget.
dr Hastry kemudian menyebut mimpi itu menjadi petunjuk untuk mengungkap kasus ini.
"Ya itu petunjuk karena dimintain tolong sama masyarakat. Dimintain tolong juga sama korban," jelasnya.