Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Tak Butuh Pengakuan, Begini Skenario Jerat Tersangka Termasuk dalam Kasus Subang

Lebih dari tiga bulan penyelidikan kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) di Subang, Jawa Barat masih terus berjalan. 

Youtube Denny Darko
Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah, Kombes Sumy Hastry Purwanti, yang juga menjadi pemimpin tim forensik di kasus Subang menjelaskan bahwa pihak kepolisian tidak membutuhkan pengakuan untuk menetapkan tersangka, dalan kanal Youtube Denny Darko, Rabu (24/11/2021).  

TRIBUNWOW.COM - Lebih dari tiga bulan penyelidikan kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) di Subang, Jawa Barat masih terus berjalan. 

Meski menduga bahwa pelakunya adalah orang dekat, namun hingga kini pihak kepolisian masih belum bisa menetapkan tersangkanya. 

Masing-masing orang dekat korban pun memiliki alibi yang bisa dibilang kuat dan pengakuan hampir tidak mungkin didapat. 

Baca juga: Termasuk karena Mimpi, Ini Alasan Dokter Hastry Bantu Kasus Subang hingga Ada Autopsi Kedua

Baca juga: Polisi Diduga Sudah Tahu Sosok Pelaku, Kapan Kasus Subang Diungkap? dr Hastry: Tak Butuh Pengakuan

Namun, Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah, Kombes Sumy Hastry Purwanti, yang juga menjadi pemimpin tim forensik di kasus Subang menjelaskan bahwa pihak kepolisian tidak membutuhkan pengakuan untuk menetapkan tersangka. 

"Kita semua tidak butuh pengakuan," katanya dalam kanal Youtube Denny Darko, Rabu (24/11/2021).

"Kita hanya mengumpulkan alat bukti sesuai Undang-Undang, kalau jelas alat buktinya dan pasti minimal dua alat bukti bisa dilanjutkan ke tingkat selanjutnya." 

Menurutnya dengan dua alat bukti itu seseorang sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka dan disidang di pengadilan. 

Tinggal, nanti bagaimana penyidik bisa membuktikan bahwa tersangka benar-benar bersalah di hadapan hakim. 

Hastry menjelaskan untuk meyakinkan hakim penyidik juga bisa memanggil para ahli. 

"Sesuai keahlian masing-masing, kalau saya mungkin keadaan jenazahnya, nanti dari DNA ada ahli DNA-nya, terus nanti untuk detektor kebohongan itu juga bisa didatangkan," katanya. 

Baca juga: Pelaku Kasus Subang Bisa Diungkap Lewat Puntung Rokok, Ini Pengakuan Danu yang DNA-nya di TKP

Hal ini berlaku dalam setiap pengungkapan kasus, tidak hanya untuk kasus Subang.

Terkait kasus Subang, ia yang ikut membantu dalam proses penyelidikan menduga bahwa peyidik sudah mengantongi nama-nama yang akan dijadikan tersangka. 

Ia juga merasa bahwa pihak kepolisian sebenarnya sudah mengantongi dua alat bukti yang dibutuhkan polisi itu. 

"Menurut saya sudah," katanya saat ditanya. 

Namun, ia tidak berani menjelaskan lebih lanjut apakah calon tersangka itu ada di antara 55 saksi yang sudah diperiksa oleh polisi. 

Hastry hanya mengatakan dalam kasus apapun jika saksi terbukti, statusnya bisa dinaikkan menjadi tersangka.

Kini, polisi juga disebut sedang memetakan 55 saksi dan menganalisis DNA yang berada di TKP. 

"Nanti dicocokkan gitu kan," katanya.   

Dapat Petunjuk dari Mimpi

Dokter Hastry diketahui merupakan ahli forensik yang mempimpin otopsi ulang yang dilakukan pada Sabtu (2/10/2021). 

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved