Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Sehari setelah Serangan Bom di Masjid, Sebuah Minibus Meledak Tewaskan Jurnalis Terkenal Afghanistan

Sebuah minibus meledak dan menewaskan seorang jurnalis terkemuka di Kabul, Afghanistan, hanya satu hari setelah serangan bom di masjid di Nangarhar.

AFP/Javed Tanveer
ILUSTRASI. Bom mematikan meledak di sebuah masjid Syiah di Kota Kandahar, Afghanistan selatan pada Jumat (15/10/2021). Sebuah minibus meledak dan menewaskan seorang jurnalis terkemuka di Kabul, Afghanistan hanya satu hari setelah serangan bom mematikan di masjid di Nangarhar, Sabtu (13/11/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Seorang jurnalis terkemuka dilaporkan tewas setelah minibus yang ditumpanginya meledak, Sabtu (13/11/2021).

Peristiwa itu terjadi di dekat pos pemeriksaan Taliban di Kabul, Afghanistan, hanya satu hari setelah bom mematikan meledak di sebuah masjid di Nangarhar.

Dilansir dari Al Jazeera, selain korban tewas, dilaporkan empat orang lainnya terluka dalam insiden tersebut.

Ledakan bom beruntun disusul serangan kelompok bersenjata terjadi di Rumah Sakit Militer di Kabul, Afghanistan, Selasa (2/11/2021).
ILUSTRASI. Ledakan bom beruntun disusul serangan kelompok bersenjata terjadi di Rumah Sakit Militer di Kabul, Afghanistan, Selasa (2/11/2021). (AFP)

Baca juga: Berencana Adili Pelanggar Hukum Syariat Islam, Taliban Dirikan Pengadilan Militer di Afghanistan

Baca juga: 44 Anggota Taliban Duduki Posisi Kunci di Afghanistan hingga Peringatan soal Kemungkinan Penyusup

Afghanistan Journalists Center mengatakan korban tewas itu adalah Hamid Seighani, seorang jurnalis Afghanistan terkenal yang pernah bekerja untuk jaringan televisi Ariana.

“Sayangnya, kami kehilangan reporter lain,” kata Afghanistan Journalists Center beberapa jam setelah ledakan.

Sementara itu, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab.

Insiden terjadi di Dasht-e Barchi, pinggiran kota Kabul yang didominasi oleh masyarakat yang sebagian besar Syiah, yakni anggota komunitas Hazara.

Selama bertahun-tahun, mereka memang telah menjadi sasaran teror dari ISIS-K.

Seorang pengemudi kendaraan, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa dia melihat seorang pria mencurigakan naik ke minibus, sebelum beberapa menit kemudian ledakan terjadi.

Dia melihat dua penumpang jatuh dari bagian belakang kendaraan dengan pakaian yang terbakar, sementara penumpang lain berusaha melarikan diri dari depan.

"Saya berada di mobil saya dan ledakan terjadi di kendaraan di depan kami," kata seorang saksi mata kepada kantor berita AFP.

"Itu benar-benar terbakar."

Dia menyebutkan ledakan terjadi di dekat pos pemeriksaan Taliban dan suara tembakan dapat terdengar segera setelahnya.

Rumah sakit terdekat dengan lokasi mengaku telah menerima empat pasien luka-luka dan satu korban tewas setelah insiden itu terjadi.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved