Breaking News:

Terkini Daerah

Investigasi Awal Dugaan Penganiayaan Napi di Lapas Yogyakarta oleh Sipir: Ada Kemungkinan Diospek

Dalam hasil investigasi awal itu, dia menyebut bahwa tindak kekerasan itu masih dugaan.

Tribun Jogja/Istimewa
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Budi Argap Situngkir saat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sleman pada Kamis (9/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) DIY, Budi Argap Situngkir mengungkap hasil investigasi kasus dugaan kekerasan yang diterima oleh Narapidana di Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam hasil investigasi awal itu, dia menyebut bahwa tindak kekerasan itu masih dugaan.

Namun dia tidak menyangkal bahwa ada kemungkinan sipir melakukan tindakan kekerasan kepada narapidana. 

Baca juga: Ngaku Dipukuli Pakai Selang oleh Petugas Lapas Yogyakarta, Korban: Kita Ditelanjangi, Disiram Air

Baca juga: Sosok Indra Wirawan, Oknum Dokter yang Jual Vaksin Covid-19 Rp 250 Ribu/Dosis ke Napi Lapas

"Ada kemungkinan tindakan petugas dalam rangka tahanan yang baru datang untuk macam mengospek agar mereka mengikuti aturan," ungkap Budi, Rabu (3/11/2021), dikutip dari Tribun Jogja.

"Ya mungkin bisa saja menonjok, disuruh guling-guling, terlalu berlebihan. Ini yang kami lakukan investigasi," tambahnya.

Dia berjanji akan mengusut kasus ini hingga tuntas. 

Karena itu, Budi meminta masyarakat agar bersabar agar investigasi bisa dilakukan secara menyeluruh. 

Dalam janjinya, dia juga mengatakan akan menindak setiap sipir yang terlibat dalam tindakan kekerasan yang menyimpang dari SOP di sana.

"Makannya kami akan lakukan tindakan tegas terhadap oknum petugas yang menyimpang tidak sesuai SOP," katanya.

"Artinya masih kami awasi dan selidiki dengan serius. Kami juga minta maaf soal tindakan yang terlalu keras terhadap WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan)."

Baca juga: Bantah Rusak TKP, Pengacara Danu Beberkan Kondisi Gunting dan Cutter di Bak Mandi

Dia mengaku setuju dengan laporan pelapor yang menyatakan bahwa tindakan kekerasan yang diterimanya merupakan bentuk tidak manusiawi. 

Menurutnya, tindakan kekerasan itu bahkan sudah melanggar aturan yang ada.

Meski begitu, dia tetap menaruh percaya kepada petugas bahwa mereka tidak akan melakukan tindakan sekeji itu. 

"Kami sedang berusaha, kami belum dapat pengakuan itu. Makannya kami akan pelan-pelan. Tapi tindakan keras dari petugas sudah kelihatan," bebernya.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved