Terkini Daerah
Ngaku Dipukuli Pakai Selang oleh Petugas Lapas Yogyakarta, Korban: Kita Ditelanjangi, Disiram Air
Vincentus (31) yang juga merupakan mantan narapidana yang ikut melaporkan kasus tersebut menceritakan kisahnya selama menjadi tahanan.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOWCOM - Sejumlah mantan narapidana Lapas Narkotika II A Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta melaporkan dugaan kesewenang-wenangan dan penyiksaan petugas lapas terhadap para narapidana.
Laporan itu ditujukan kepada Ombudsman Republik Indonesia (ORI) oleh sejumlah mantan narapidana yang menganggap di lapas tersebut telah banyak terjadi pelanggaran HAM.
Vincentus (31) yang juga merupakan mantan narapidana yang ikut melaporkan kasus tersebut menceritakan kisahnya selama menjadi tahanan.
Baca juga: Polisi Bantah Lakukan Penyiksaan, Keluarga Curiga Ada Oknum Manfaatkan Kondisi Ustaz Maaher
Baca juga: Temui Kades Jalancagak, Yosef Titipkan Yoris dan Beri Pesan Begini soal Kasus Pembunuhan di Subang
"Begitu masuk, tanpa ada kesalahan dipukuli pakai selang, diinjak-injak pakai kabel," kata Vincentius saat ditemui awak media di kantor ORI DIY, Senin (1/11/2021), dikutip dari Kompas.com.
Dalam kesaksiannya, dia menyampaikan bahwa tindak kekerasan yang dilakukan petugas itu sudah terjadi dan diterima oleh para narapidana ketika mereka pertama masuk lapas.
"Kita ditelanjangi, disiram pakai air dan itu dilihat oleh semua staf," sebut Vincent.
Hal itu diterima oleh Vincentus sekitar bulan April 2021 dan disebutkan bahwa alasan petugas melakukan hal seperti itu adalah karena mereka merupakan residivis.
Menurut Vincentus, itu bukanlah alasan yang jelas, dan tidak bisa dijadikan alasan untuk semena-mena terhadap manusia.
"Tanpa alasan yang jelas saya dimasukkan ke sel kering, sel kering itu tidak bisa dibuka selama lima bulan," ungkap dia.
Selain itu, hal yang dikeluhkan juga oleh Vincent adalah terkait dengan perhatian petugas terhadap para narapidana.
Baca juga: Viral Kades di Majalengka Bentak Ustaz saat Ceramah, Isinya Bahas Akhlak Rasulullah
Dia menyebut, selama dirinya ditahan ada napi yang tewas gegara fasilitas kesehatan di lapas tersebut tidak baik.
"Dia sudah ada penyakit bawaan tapi kesehatannya tidak diperhatikan petugas."
"Dia ada penyakit paru, tapi tidak pernah dikeluarin, enggak pernah jemur, obatnya juga telat-telat. Cuma di RS beberapa hari dan balik ke lapas, dua hari meninggal," katanya.
Vincent menyebut bahwa siksaan yang dialami oleh para napi di sana tidak sekedar penyiksaan fisik.
Mereka terus dicari-cari kesalahannya bahkan disebutkan ada juga pelecehan seksual.