Terkini Daerah
Ngaku Dipukuli Pakai Selang oleh Petugas Lapas Yogyakarta, Korban: Kita Ditelanjangi, Disiram Air
Vincentus (31) yang juga merupakan mantan narapidana yang ikut melaporkan kasus tersebut menceritakan kisahnya selama menjadi tahanan.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
"Kita enggak ada kesalahan tetapi tetap saja dicari-cari kesalahannya. Itu pemukulan hampir tiap hari, di blok juga jarang dibuka untuk kegiatan rohani," kata dia.
Yunan Afandi (34) yang juga merupakan mantan narapidana di sana menceritakan kisahnya yang tidak kalah nahas.
Namun, dia yang menjadi tahanan sejak tahun 2017 dan bebas di tahun 2021, mengaku baru menerima penyiksaan seperti itu sekitar tahun 2020.
Saat itu, Yunan mengaku pernah dimasukkan ke dalam sel yang sempit yang berada di lapas.
Saat dimasukkan ke dalam sel isolasi, dia juga sering mendapatkan pukulan.
Selain itu makan yang diterima juga disebut tidak layak, yaitu hanya sebanyak tiga suap tanpa lauk.
"Ada dua bulan saya tidak bisa jalan. Dipukul daerah kaki pernah, kalau mukul ngawur," ungkap dia.
Karena hal itu, dia pun mengaku takut untuk sekedar menatap petugas.
Janji Tindak Lanjuti
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Gusti Ayu Putu Suwardani berjanji akan menindak lanjuti informasi yang dia terima.
Namun, dia mengaku, sejauh ini belum mendapat laporan resmi terkait hal itu.
"Kita akan komunikasi terlebih dahulu, lalu kita tindak lanjuti akalu memang ada seperti itu. Insya Allah kita tindak lanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku," jelas dia.
Kini, dia menyebut akan menyelidiki lebih lanjut kasus ini.
Menurutnya, apabila yang disampaikan mantan narapidana itu benar, itu bisa merusak nama baik lembaga Kemenkumham.
"Karena itu hak asasi manusia, dan kita juga Kementerian Hukum dan HAM," kata dia.