Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Prihatin Kasus Pembunuhan Subang Belum Terungkap, Warga Sebut Polisi Harus Berhati-hati

Warga sekitar Jalancagak, Subang, Jawa Barat, merasa prihatin dengan kasus pembunuhan ibu dan anak yang tak kunjung terungkap.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati
Polisi berpakaian biasa mendatangi lokasi kejadian perampasan nyawa ibu dan anak di Dusun Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Minggu (3/10/2021). Terbaru, warga semakin merasa prihatin karena kasus tersebut belum terungkap, Rabu (20/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, hingga kini masih belum terungkap.

Dua bulan lamanya, tragedi kematian Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) masih terus menjadi perhatian masyarakat.

Warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) di Dusun Ciseuti, Jalancagak, Subang, mengaku prihatin dengan belum terungkapnya kasus tersebut.

Barang-barang polisi bekas autopsi atau membedah jasad Amalia dan Tuti di kasus Subang masih berserakan di sekitar makam korban perampasan nyawa anak dan ibu.
Barang-barang polisi bekas autopsi atau membedah jasad Amalia dan Tuti di kasus Subang masih berserakan di sekitar makam korban perampasan nyawa anak dan ibu. (Tribun Jabar / Dwiky Maulana)

Baca juga: 2 Bulan Kasus Subang, Kelelahan Juga Disebut Jadi Alasan Yoris dan Danu Gunakan Jasa Pengacara

Salah satu warga, Ade Rahmat (57), mengaku turut prihatin terhadap keluarga kedua korban.

Ade mengaku sejak awal turut mengikuti perkembangan kasus tersebut.

"Kami warga Kabupaten Subang turut prihatin terhadap keluarga korban atas kejadian perampasan nyawa yang terjadi di Jalancagak yang sudah dua bulan lamanya belum juga terungkap," ucap Ade dikutip TribunWow.com dari Tribunjabar.id, Rabu (20/10/2021).

Tak hanya prihatin kepada keluarga yang ditinggalkan, warga juga bersimpati kepada pihak kepolisian yang sampai dengan saat ini masih berupaya dalam mengungkap kasus tersebut.

Ade Rahmat menyadari, pihak kepolisian sampai dengan saat ini masih bekerja secara maksimal dan berhati-hati.

Polisi memang tidak bisa terburu-buru dalam menetapkan tersangka dalam kasus yang terbilang cukup rumit tersebut.

"Jika terburu-buru menetapkan tersangka ataupun menangkap bilamana di saat sudah berada di pengadilan salah, polisi juga yang bisa disalahkan," katanya.

Sebagaimana diketahui, warga Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kabupaten Subang, dihebohkan dengan penemuan mayat dua perempuan yang ditumpuk di dalam bagasi mobil Alphard.

Keduanya adalah Tuti dan Amalia yang tewas dalam kondisi mengenaskan dan dipastikan menjadi korban pembunuhan.

Baca juga: Ingin Percepat Pengungkapan Kasus Subang, Dua Tim Pengacara Dikerahkan untuk Dampingi Yoris dan Danu

Baca juga: Keluarga Tuti Putuskan Pakai Pengacara, Paman Korban Pembunuhan di Subang: Sudah Capek, Lelah

Warga yang Melintas Takut

Sampai hari ke-48 kepolisian terus berupaya untuk mengungkap kasus pembunuhan di Subang.

Keresahan warga akibat pembunuh ibu dan anak di Subang belum tertangkap disampaikan siswa sekolah SMAN 1 Jalancagak.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Pembunuhan di SubangAmalia Mustika RatuTuti SuhartiniSMAN 1 Jalancagak
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved