Viral Medsos
Viral Mahasiswa Dibanting Polisi, dr Tirta Ungkit Korban Kejang hingga Risiko Tewas: Reaksi Benturan
Nakes sekaligus influencer dr. Tirta turut mengomentari viral kasus mahasiswa dibanting oleh polisi saat berdemo.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Saya pernah menghadapi pasien dengan trauma semacam ini, kategorinya sudah masuk kegawat daruratan yg memerlukan pengawasan ketat
Sudah pernah dijelaskan oleh dokter @asaibrahim_ , termasuk kegawat daruratan jika ada benturan ada kepala dan tulang belakang
Jangan ditiru ya perbuatan demikian ! Dan buat korban, semoga baik baik saja. Amin."
Muntah-muntah hingga Sulit Bernapas
Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, Fariz kini sedang dirawat di Rumah Sakit Ciputra Hospital, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.
Menginap sejak Kamis (14/10/2021), Fariz mengaku sempat muntah-muntah hingga sulit untuk bernapas.
"Pundak, leher kayak enggak bisa digerakin, sama kepala agak kliyengan," kata Fariz melalui rekaman suara yang diterima TribunJakarta.com, Jumat (15/10/2021).
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, Fariz saat ini harus rawat inap di rumah sakit tersebut dalam rangka persiapan melakukan general check up.
"Dia harus rawat inap untuk persiapan general check-up. Nanti akan jalani pemeriksaan, salah satunya ada cek darah juga," ujar Zaki.
Kejang Dibanting ke Trotoar
Sebelumnya diberitakan, kericuhan terjadi saat aksi demonstrasi di halaman Kantor Bupati Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (13/10/2021).
Unjuk rasa yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa itu bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke-389.
Terkait aksi demo tersebut, beredar video viral yang menunjukkan seorang peserta aksi unjuk rasa mengalami tindakan represif dari aparat.
Dalam video yang viral di media sosial itu, tampak seorang pendemo dibanting oleh aparat hingga membentur trotoar.
Akibatnya, peserta demo yang diketahui merupakan mahasiswa itu langsung kejang-kejang karena badannya terbentur dengan keras.