Breaking News:

Viral Medsos

Viral Mahasiswa Dibanting Polisi, dr Tirta Ungkit Korban Kejang hingga Risiko Tewas: Reaksi Benturan

Nakes sekaligus influencer dr. Tirta turut mengomentari viral kasus mahasiswa dibanting oleh polisi saat berdemo.

Kolase Instagram/@dr.tirta dan TribunJakarta.com/Istimewa
Foto kiri: Influencer sekaligus tenaga kesehatan (nakes) dr. Tirta Mandira Hudhi mengomentari kasus viral mahasiswa dibanting polisi, Jumat (15/10/2021). Foto kanan: M Fariz mahasiswa korban banting Brigadir NP anggota Polresta Tangerang yang dirawat di Rumah Sakit Ciputra Hospital, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang karena kondisinya yang memburuk, Kamis (14/10/2021) 

TRIBUNWOW.COM - Viral di media sosial (medsos) kasus seorang mahasiswa bernama M. Fariz dibanting oleh oknum polisi saat berdemo di halaman Kantor Bupati Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (13/10/2021).

Setelah dibanting, korban ternyata sempat kejang-kejang hingga kini kondisi mengalami penurunan.

Influencer sekaligus tenaga kesehatan (nakes) dr. Tirta Mandira Hudhi turut mengomentari kasus ini.

Influencer sekaligus tenaga kesehatan (nakes) dr. Tirta Mandira Hudhi mengomentari kasus viral mahasiswa dibanting polisi, Jumat (15/10/2021).
Influencer sekaligus tenaga kesehatan (nakes) dr. Tirta Mandira Hudhi mengomentari kasus viral mahasiswa dibanting polisi, Jumat (15/10/2021). (Instagram/@dr.tirta)

Baca juga: Muntah-muntah hingga Sulit Bernapas, Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Oknum Polisi Memburuk

Baca juga: Sempat Kejang-kejang, Begini Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Polisi saat Demo di Tangerang

Dokter Tirta menyebut ada risiko tinggi ketika tulang belakang manusia mengalami benturan keras.

Informasi ini disampaikan oleh dr. Tirta pada akun Instagram @dr.tirta, Jumat (15/10/2021).

"Ini sangat berbahaya, terlepas siapapun yang melakukan," kata dia.

Dokter Tirta menjelaskan, tulang belakang di dalam tubuh manusia berfungsi untuk melindungi sistem syaraf pusat.

Jika terjadi keretakan dapat menyebabkan rasa nyeri yang hebat, gangguan bergerak, bahkan kelumpuhan.

"Kalau patah bisa menyebabkan kematian apalagi di bagian leher dan kepala belakang," kata dr. Tirta.

Dokter Tirta kemudian menyoroti kondisi Fariz yang sempat mengalami kejang-kejang ketika kejadian itu terjadi.

"Korbannya ini tidak bisa langsung pulang, kejang itu reaksi berarti ada benturan, bahaya," ungkap dr. Tirta.

Dokter Tirta menegaskan, korban tidak bisa langsung dipulangkan tanpa pengawasan.

Ia menyarankan agar Fariz terus dipantau selama 24 jam, termasuk menjalani MRI hingga CT Scan.

Berikut caption lengkap yang ditulis dr. Tirta:

"Benturan pada tulang belakang dan kepala itu sangat berbahaya

Saya pernah menghadapi pasien dengan trauma semacam ini, kategorinya sudah masuk kegawat daruratan yg memerlukan pengawasan ketat

Sudah pernah dijelaskan oleh dokter @asaibrahim_ , termasuk kegawat daruratan jika ada benturan ada kepala dan tulang belakang

Jangan ditiru ya perbuatan demikian ! Dan buat korban, semoga baik baik saja. Amin."

Muntah-muntah hingga Sulit Bernapas

Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, Fariz kini sedang dirawat di Rumah Sakit Ciputra Hospital, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved