Breaking News:

Virus Corona

Pakar dari Amerika Serikat Ungkap Covid-19 Masih Bisa Bermutasi seperti Varian Delta

Menurutnya, bukan tidak mungkin di masa depan akan ada varian lain yang sama berbahayanya seperti varian Delta. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
TribunVideo/Radifan Setiawan
ILUSTRASI Virus Corona/Covid-19. Dr. Fauci mengkhawatirkan akan adanya mutasi baru Covid-19 jika tidak ada upaya melawan virus tersebut. 

Varian Mu, adalah varian Covid-19 yang ke-12 yang diberni nama oleh WHO karena dianggap menarik.

WHO telah melabeli versi terbaru SARS-CoV-2 ini sebagai Variant of Interest, satu langkah di bawah Variant of Concern, untuk diwaspadai.

Mu memiliki banyak mutasi yang diketahui dapat membantu virus lolos dari kekebalan dari vaksin atau infeksi sebelumnya.

"Namun, kabar baiknya adalah bahwa Mu tidak mungkin menggantikan Delta di tempat-tempat seperti AS di mana ia sudah dominan," kata Tom Weseleers, ahli biologi evolusi dan biostatistik di Universitas Katolik Leuven di Belgia.

Sebagian besar urutan genetik mengungkapkan bahwa Mu memiliki delapan mutasi pada protein lonjakannya, banyak di antaranya juga hadir dalam varian yang menjadi perhatian yaitu Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

Beberapa mutasi Mu, seperti E484K dan N501Y, membantu varian lain menghindari antibodi dari vaksin mRNA.

Pada varian Beta dan Gamma, mutasi E484K membuat varian lebih resisten terhadap vaksin mRNA dosis tunggal.

Sebuah penelitian peer-review, telah menunjukkan bahwa mutasi P681H membantu transmisi varian Alpha, dan mungkin melakukan hal yang sama untuk Mu.

Mu juga menyimpan mutasi baru yang belum pernah terlihat dalam varian sebelumnya, jadi konsekuensinya tidak sepenuhnya dipahami.

Mutasi pada posisi 346 mengganggu interaksi antibodi dengan protein lonjakan, yang menurut para ilmuwan, mungkin membuat virus lebih mudah melarikan diri.

Selain itu studi peer-review yang menggunakan model epidemologi, memperkirakan bahwa Mu hingga dua kali lebih mudah menular daripada SARS-CoV-2 asli dan menyebabkan gelombang kematian Covid-19 di Bogotá, Kolombia pada Mei 2021.

Studi ini juga mengungkap bahwa kekebalan dari infeksi sebelumnya 37 persen kurang efektif dalam melindungi terhadap Mu. (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya

Tags:
Virus CoronaCovid-19varian deltaAmerika SerikatJoe Biden
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved