Breaking News:

Virus Corona

Pakar dari Amerika Serikat Ungkap Covid-19 Masih Bisa Bermutasi seperti Varian Delta

Menurutnya, bukan tidak mungkin di masa depan akan ada varian lain yang sama berbahayanya seperti varian Delta. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
TribunVideo/Radifan Setiawan
ILUSTRASI Virus Corona/Covid-19. Dr. Fauci mengkhawatirkan akan adanya mutasi baru Covid-19 jika tidak ada upaya melawan virus tersebut. 

“Selama Anda memiliki virus yang beredar bebas di lingkungan, di masyarakat, berpindah dari orang ke orang, virus itu, dengan fakta bahwa ia terus bereplikasi, memberi dirinya banyak kesempatan untuk bermutasi,” tambahnya.

“Dan ketika Anda memberinya banyak kesempatan untuk bermutasi, cepat atau lambat, Anda akan mendapatkan akumulasi mutasi yang akan mengarah ke varian lain.”

Karena itu, menurut Fauci, yang kini bisa dilakukan adalah dengan tetap mengetatkan protokol kesehatan dan segera mendapatkan vaksin. 

Dia menjelaskan mendapatkan vaksin bisa mencegah virus menyebar secara bebas, yang membuatnya tidak bermutasi.

“Ada banyak yang bisa kita lakukan untuk mencegah munculnya varian di masa depan, dan salah satu hal terpenting dan efektif yang bisa kita lakukan adalah memvaksinasi sebanyak mungkin orang dan secepat dan secepat mungkin,” katanya.

Saat ini, WHO sedang memantau lebih dari selusin varian Covid-19.

Namun kebanyakan belum mencapai tingkat VOI atau VOC.

Di antaranya adalah varian C.1.2, pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan pada Mei 2021 dan ditetapkan sebagai varian dalam pemantauan pada September.

Varian Mu Dianggap Kebal Vaksin

Varian Covid-19 yang baru, yaitu varian Mu yang telah dikonfirmasi berada di lebih dari 42 negara telah membuat banyak pihak khawatir karena  berkemungkinan memiliki kekuatan untuk kebal vaksin. 

Tetapi para ahli mengatakan untuk tidak terlalu khawatir, dan varian Mu juga disebut tidak akan melampaui varian Delta, yang kini mendominasi di banyak negara. 

Varian Mu pertama kali teridentifikasi di Kolombia pada bulan Januari dan telah masuk dalam kategori varian yang menarik (VOI) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Para ilmuwan percaya bahwa varian baru tidak dapat bersaing dengan varian Delta, yang sangat menular.

“Apakah itu bisa menjadi lebih tinggi atau tidak jika tidak ada Delta, itu sulit untuk dikatakan,” kata Alex Bolze, ahli genetika di perusahaan genomik Helix, dikutip dari National Geographic, Sabtu (11/9/2021).

Di Kolombia, varian Mu terdeteksi telah menyebabkan sepertiga kasus Covid-19.

Halaman
123
Tags:
Virus CoronaCovid-19varian deltaAmerika SerikatJoe Biden
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved