Breaking News:

Terkini Internasional

Tangan Kanan Pemimpin ISIS Sami Jasim al-Jaburi yang Diburu AS Ditangkap Intelijen Irak

Sami Jasim al-Jaburi yang juga disebut sebagai tangan kanan pemimpin ISIS, dilaporkan ditangkap oleh intelijen Irak melalui operasi eksternal kompleks

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Mohamad Yoenus
AFP Photo/ Baghdad Operations Command via YouTube/France 24
Kepala keuangan sekaligus tangan kanan pemimpin ISIS, Sami Jasim al-Jaburi. Sami Jasim al-Jaburi dilaporkan ditangkap oleh intelijen Irak melalui operasi eksternal kompleks pada Senin (11/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Intelijen Irak dilaporkan telah menangkap kepala keuangan kelompok Negara Islam, Sami Jasim al-Jaburi, yang juga dicari oleh Amerika Serikat (AS) pada Senin (11/10/2021).

Dilansir dari Daily Mail, Sami Jasim al-Jaburi yang juga disebut sebagai tangan kanan pemimpin ISIS yang sudah tewas, Abu Bakr al-Baghdadi, ditangkap oleh badan intelijen melalui operasi rumit di luar perbatasan Irak.

Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi mengumumkan penangkapan itu melalui akun Twitternya @MAKadhimi pada Senin (11/10/2021).

Para anggota ISIS
Para anggota ISIS (BBC)

Baca juga: Kelompok Syiah Afghanistan Putus Asa, ISIS-K Klaim Bom Bunuh Diri di Masjid Kunduz saat Salat Jumat

Baca juga: Polisi Selandia Baru Tembak Mati Penyerang Terduga Teroris di Mal, Pelaku Diduga Terinspirasi ISIS

“Sementara pahlawan (pasukan keamanan Irak) kami fokus pada pengamanan pemilihan umum, rekan mereka (dinas intelijen nasional Irak) melakukan operasi eksternal yang kompleks untuk menangkap Sami Jasim,” tulis al-Kadhimi.

Dalam pernyataan tersebut, al-Kadhimi tidak memberi perincian lebih lanjut dan hanya menggambarkan penangkapan itu sebagai satu di antara operasi intelijen lintas batas yang paling sulit bagi pasukan Irak.

Al-Kadhimi juga tidak memberikan keterangan terkait di mana Sami Jasim al-Jaburi kini ditahan.

Sami Jasim al-Jaburi selama ini diburu oleh AS yang juga menawarkan hadiah hingga Rp 70 miliar untuk penangkapannya.

Program Imbalan untuk Keadilan dari Departemen Keamanan Diplomatik Negara Bagian AS, mengatakan jabatan Jaburi di dalam ISIS dilaporkan sebagai kepala keuangan.

Jaburi juga dinyatakan bertugas mengawasi kegiatan ekonomi kelompok itu, termasuk penjualan minyak, gas, barang antik, dan mineral ilegal.

Situs web program AS itu menyebut Jaburi berperan penting dalam mengelola keuangan untuk operasi teroris ISIS.

"Saat menjabat sebagai wakil ISIS di Mosul selatan pada tahun 2014, Jasim dilaporkan menjabat setara dengan menteri keuangan ISIS, mengawasi operasi yang menghasilkan pendapatan kelompok dari penjualan minyak, gas, barang antik, dan mineral ilegal," tambah situs web tersebut.

Pada September 2015, Departemen Keuangan AS melabeli Jaburi sebagai Spesialis Pendesain Gerakan Terorisme Global.

Baca juga: Bom Meledak di Masjid Kabul saat Upacara Pemakaman Ibu Juru Bicara Taliban, 5 Orang Tewas

Baca juga: Amerika Serikat Kembali Luncurkan Serangan ke Kabul, Batalkan Rencana Bom Bunuh Diri Kedua ISIS-K

Pejabat intelijen Irak yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kepada kantor berita The Associated Press, bahwa Sami Jasim al-Jaburi ditahan di negara asing sebelum dibawa ke Irak beberapa hari lalu.

Jaburi sebelumnya bekerja di Irak dengan pemimpin al-Qaeda, Abu Musab al-Zarqawi, seorang militan Yordania yang tewas dalam serangan udara AS di Irak pada 2006.

Dia mengambil berbagai posisi keamanan di Irak dan pindah ke Suriah pada 2015, setelah ISIS mendeklarasikan kekhalifahannya pada 2014.

Jaburi kemudian menjadi wakil pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, dan bersama-sama berhasil merebut sepertiga wilayah Irak dalam serangan tahun 2014.

ISIS berusaha memperluas "kekhalifahan" hingga membentang melintasi perbatasan Suriah.

Pemerintah Irak kemudian menyatakan kemenangannya melawan kelompok ISIS pada akhir 2017, setelah kampanye militer yang didukung oleh koalisi militer pimpinan AS.

Abu Bakr al-Baghdadi diklaim terbunuh dalam serangan udara kilat pasukan khusus AS di barat laut Suriah pada Oktober 2019.

Penyerangan itu dilakukan di bawah pemerintahan mantan Presiden AS, Donald Trump.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved