Breaking News:

Virus Corona

Selain Kerontokan seusai Isolasi Mandiri, Kasus Alergi Cat Rambut Ditemukan pada Penyintas Covid-19

Namun, laporan baru yang dilakukan oleh BBC telah menemukan bahwa masalah ini masih terus ditemukan, dengan klien melaporkan ruam dan luka bakar.

health.clevelandclinic.org
Ilustrasu rambut. Ditemukan sejumlah kasus alergi terhadap pewarna rambut pada penyintas Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Setelah diketahui jika penyintas Covid-19 bisa mengalami kerontokan rambut, kini kasus baru ditemukan di mana terdapat sejumlah penyintas Covid-19 mengalami alergi ketika mewarnai rambut setelah sembuh dari Covid-19. 

Bahkan The National Hair and Beauty Federation (NHBF), badan perdagangan yang mewakili penata rambut dan ahli kecantikan di Inggris menyarankan untuk melakukan uji tempel pada penyintas Covid-19 selasa 48 jam.

Dilansir dari The Independent, diketahui jika laporan terkait alergi ketika mewarnai rambut pada penyintas Covid-19 sudah banyak ditemukan pada beberapa bulan yang lalu. 

Baca juga: Waspada saat Isolasi Mandiri, Studi Tunjukkan Covid-19 Bisa Picu Sindrom Langka Guillain-Barre

Baca juga: Jenis Kadar Protein Ini Disebut Berpengaruh Terhadap Tingkat Keparahan Covid-19, Simak Penjelasannya

Namun, laporan baru yang dilakukan oleh BBC telah menemukan bahwa masalah ini masih terus ditemukan, dengan klien melaporkan ruam dan luka bakar.

Misalnya, pada seorang wanita bernama Gemma mengatakan kepada outlet berita bahwa dia mengalami reaksi terhadap tes tempel untuk pewarna rambut yang sama yang telah dia gunakan selama 10 tahun.

"Reaksinya sangat parah," katanya kepada BBC.

“Seluruh kulit kepala saya, wajah saya saya bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada saya.”

"Saya berpikir 'oh, ini sedikit merepotkan karena harus datang ke salon, menunggu 48 jam ketika semua yang ingin saya lakukan hanyalah mewarnai rambut saya', namun, syukurlah dia (sang penata rambut) menerapkan kebijakan itu."

“Saya ikut, menjalani tes tempel. Keesokan harinya, saya merasakan sensasi terbakar yang sangat panas di belakang telinga saya yang semakin memburuk hingga mengambil lapisan kulit saya dari belakang telinga saya.”

Gemma merupakan penyintas yang baru sembuh dari Covid-19.

Salon rambutnya mengatakan telah melihat empat klien lain dengan masalah yang sama sejak mulai melakukan tes tempel wajib untuk semua klien.

Sejauh ini tidak banyak yang memperhatikan tentang masalah ini.

Baca juga: Waspada saat Isolasi Mandiri, Ini 2 Sebab Kematian Utama Pasien Covid-19 Anak Menurut Riset IDAI

Sehingga belum jelas persis mengapa orang yang baru sembuh dari Covid-19 mungkin mengalami reaksi alergi terhadap pewarna rambut.

Namun, para peneliti di Imperial College London saat ini sedang mencari tahu mengapa dan bagaimana Virus Corona dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh kita.

NHBF sebelumnya telah menyarankan bahwa reaksi tersebut mungkin disebabkan oleh sensitivitas kulit yang meningkat pada orang-orang yang tidak mengecat rambut mereka untuk waktu yang lama ketika Inggris sedang menetapkan pembatasan kegiatan yang ketat.

Pusat Layanan Kesehatan Inggris (NHS) menyatakan bahwa alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat tertentu seolah-olah itu berbahaya.

NHS menambahkan bahwa tidak jelas mengapa ini terjadi, tetapi kebanyakan orang yang terkena memiliki riwayat keluarga alergi atau memiliki kondisi yang terkait erat, seperti asma atau eksim.

Sebuah pernyataan dari Richard Lambert, kepala eksekutif, National Hair & Beauty Federation (NHBF), mengatakan hingga kini belum bisa menyimpulkan jika masalah alergi itu disebabkan oleh Covid-19.

“Tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung klaim bahwa memiliki Covid saja meningkatkan reaksi alergi terhadap warna rambut atau perawatan rambut dan kecantikan lainnya," katanya.

"Reaksi alergi dapat terjadi kapan saja karena sejumlah faktor, salah satunya adalah sistem kekebalan yang terganggu."

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved