Breaking News:

Terkini Daerah

Pemilik Kos Ungkap Keseharian Pria Terapis Gay di Solo: Ganteng-ganteng, Badannya Bagus

Sebanyak enam terapis pria penyuka sesama jenis diamankan oleh pihak kepolisian seusai terbukti merupakan bagian dari bisnis prostitusi di Solo.

YouTube Tribun Jateng
Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy saat jumpa pers dan menampilkan sejumlah tersangka terapis gay di Jalan Pamugaran Utama, Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjasari, Kota Solo, Senin (27/9/2021). Foto kiri: barang bukti berupa lotion dan hand body yang digunakan terapis gay saat melayani pelanggan. 

TRIBUNWOW.COM - Pada Sabtu (26/9/2021), pihak kepolisian menggerebek sebuah indekos yang ternyata digunakan sebagai panti pijat untuk melayani para pria penyuka sesama jenis atau gay.

Indekos tersebut diketahui beralamat di Jalan Pamugaran Utama Nusukan Kecamatan Banjasari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Menurut keterangan pemilik kos, sekilas tidak nampak ada hal yang aneh pada para terapis penghuni kos tersebut.

Baca juga: Dihuni Banyak Pria Kemayu, Kos di Solo Ternyata Jadi Panti Pijat Layani Lelaki Penyuka Sesama Jenis

Baca juga: Ungkit Disumpah Pakai Quran, Yosef Tegaskan Bukan Pembunuh Tuti dan Amalia

Dikutip TribunWow.com dari TribunJateng.com, hal ini disampaikan oleh YS selaku pemilik kos.

YS sendiri ikut sebagai saksi saat pihak kepolisian melakukan penggerebekan.

Sebelum penggerebekan terjadi, YS tak pernah mencurigai para terapis gay tersebut lantaran mereka ada yang mengaku sudah menikah hingga memiliki istri hamil tua.

"Enggak curiga, mereka cerita kalau punya istri dan anak, malah ada yang hamil 8 bulan," ungkap YS kepada TribunSolo.com, Senin (27/9/2021).

"Terus cerita kalau harus kerja lebih keras, engak ada gerak-gerik gituan (kasum penyuka sesama jenis)," sambung YS.

YS menyampaikan, dirinya mengetahui sejak awal bahwa pria yang menghuni kosnya itu berprofesei sebagai terapis pijat.

Hanya saja dirinya tidak sadar jika mereka adalah terapis pijat plus-plus yang melayani para lelaki penyuka sesama jenis.

"Bilangnya tukang pijet gitu, terus pak DY (mucikari) yang menyewa kos di sini dua kamar," terang YS.

Sementara itu istri YS yakni E (50) mengaku syok dan malu atas kejadian ini.

Dirinya kaget kos miliknya justru digunakan untuk kegiatan amoral tersebut.

"Saya sendiri tidak tahu ada aktivitas seperti itu, dari polisi bilang e online pakai Twitter saya gaptek soal kayak gitu," ungkap dia membeberkan.

E bercerita, aktivitas sehari-hari para terapis nampak biasa saja seperti penghuni kos pada umumnya.

"Aktivitas biasanya kalau pagi biasa beli sarapan pulang kos main game di depan kos, ngobrol-ngobrol biasa," jelas E.

Tak hanya itu, pemilik kos mengatakan penampilan para tersangka saat di kos juga tampak bisanya saja.

"Biasa ganteng-ganteng, badannya bagus," ujar E.

Tarif Mulai Rp 250 Ribu

Keenam lelaki penyuka sesama atau gay itu beroperasi di sebuah indekos di Jalan Pamugaran Utama Nusukan Kecamatan Banjasari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved