Breaking News:

Terkini Internasional

Pria di Kanada Dicari Polisi setelah Pukul Perawat karena Beri Vaksin Covid-19 Istrinya Tanpa Izin

Seorang pria memukul wajah perawat karena memberikan suntikan vaksin Covid-19 kepada istrinya tanpa izin yang membuatnya dicari oleh pihak kepolisian.

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Mohamad Yoenus
YouTube/BBC News
Ilustrasi vaksinasi. Seorang pria memukul wajah perawat karena memberikan suntikan vaksin Covid-19 kepada istrinya tanpa izin yang membuatnya dicari oleh pihak kepolisian pada Rabu (22/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Kepolisian di Quebec, Kanada dalam pencarian untuk menemukan seorang pria yang dicurigai meninju wajah perawat pada Rabu (22/9/2021).

Pria itu melayangkan tinjunya karena mengetahui seorang perawat memberikan suntikan vaksin Covid-19 kepada istrinya tanpa persetujuannya.

Dilansir dari Reuters, pria itu terlihat marah saat menemui perawat wanita di sebuah apotek tempatnya bertugas memberikan vaksin pada Senin (20/9/2021).

Vaksinasi Covid-19 di Thailand.
Vaksinasi Covid-19 di Thailand. (YouTube/Al Jazeera English)

Baca juga: Momen PM Inggris Ajak Presiden Brasil yang Anti-Vaksin Gunakan AstraZeneca

Baca juga: Diminta Pakai Masker, Pelanggan Justru Tembak Mati Seorang Kasir, Ini Kronologinya

Juru bicara kepolisian, Martin Carrier, mengungkapkan apotek itu terletak di Kota SherBrooke, sekitar 155 kilometer tenggara Montreal, Quebec, Kanada.

“Tersangka langsung masuk ke kantor dan mulai meneriaki perawat itu,” kata Martin Carrier.

Carrier juga mengatakan pria itu tampak sangat terkejut karena istrinya divaksinasi Covid-19 tanpa izinnya di apotek itu dan memukul wajah sang perawat.

Belum jelas apakah tersangka memang satu di antara warga Kanada yang antivaksin Covid-19.

Polisi menyatakan pihaknya juga belum mengetahui apakah kekerasan yang dilakukan pria itu karena istrinya yang disuntik vaksin di apotek tersebut.

Protes antivaksin di seluruh Kanada telah meningkat menjelang pemilihan federal minggu ini.

Beberapa demonstrasi menargetkan sekolah-sekolah di negara itu.

Sebelumnya, sebuah distrik sekolah di Provinsi British Columbia, Kanada berencana menutup sekolah mereka sejak Senin lalu karena protes antivaksin yang berlangsung, ungkap pihak distrik pada Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Bayinya Punya Gangguan Kekebalan, Pasangan di Texas Diusir dari Restoran karena Pakai Masker

Baca juga: Tak Mau Ikuti Aturan Pembatasan Covid-19 Baru di Turki, Ribuan Orang Lakukan Demonstrasi

Siswa tidak dapat meninggalkan atau memasuki gedung sekolah karena protokol yang diberlakukan sejak Jumat, setelah orang-orang yang memprotes penggunaan vaksin dan masker menargetkan sekolah.

Mereka memasuki dua gedung sekolah di sekitar Salmon Arm, British Columbia, Kanada.

Semua sekolah di distrik itu, sebuah kota berpenduduk kurang dari 20 ribu orang yang terletak kira-kira 450 kilometer timur laut Vancouver, berada di bawah protokol penahanan dan pengamanan yang sama sejak Senin.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved