Breaking News:

Virus Corona

Kenali Antibodi Koktail Rekomendari dari WHO untuk Pasien Covid-19 yang Berisiko Alami Keparahan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan pengobatan antibodi koktail pada pasien Covid-19 yang parah dan pasien yang berisiko parah.

PELATIHANRUMAHSAKIT.COM
Ilustrasi infus. Terapi antibodi koktail resmi direkomendasikan WHO untuk pasien berisiko tinggi alami keparahan akibat Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan pengobatan antibodi koktail pada pasien Covid-19 yang parah dan pasien yang berisiko mengalami keparahan. 

Sebenarnya, pengobatan ini telah digunakan di sejumlah negara dengan izin darurat. 

Misalnya, yang paling terkenal adalah pemberian antibodi koktail pada mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir tahun lalu. 

Baca juga: Kenali 9 Minuman Enak dan Menyehatkan yang Bisa Dicoba saat Isolasi Mandiri Covid-19

Baca juga: Jaga Konsumsi saat Isolasi Mandiri, Pakar Sebut Infeksi Covid-19 Berkaitan dengan Malnutrisi

Terapi tersebut merupakan pengobatan yang dikembangkan Regeneron dan Roche dengan merek Ronapreve. 

Di dalam laman Pemerintah Inggris, Gov.uk, dijelaskan bahwa Ronapreve mengandung zat aktif 'casirivimab' dan 'imdevimab'.

Casirivimab dan imdevimab adalah sejenis protein yang disebut 'antibodi monoklonal'.

Penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombo antibodi setelah gejala berkembang dapat mengurangi kemungkinan rawat inap dan kematian.

Pengalaman uji klinis penggunaan terbatas pada individu berusia 12 tahun ke atas dan dengan berat setidaknya 35,5 kg.

Ronapreve menempel pada protein di permukaan Virus Corona yang disebut 'spike protein'.

Ini menghentikan virus masuk ke sel di dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.

Baca juga: Virus Covid-19 Bisa Menempel di Permukaan Benda, Pahami Cara Bersihkan Rumah setelah Isolasi Mandiri

Hal ini dapat membantu tubuh untuk mengatasi infeksi virus dan dapat membantu proses pemulihan mejadi lebih cepat.

Ronapreve hanya bisa diberikan oleh dokter atau perawat yang berpengalaman dalam penggunaan jenis perawatan ini.

Mereka akan mengawasi dengan cermat saat pasien diberi obat ini.

Dosis yang dianjurkan untuk pengobatan dan pencegahan infeksi Covid-19 akut adalah 600 mg casirivimab dan 600 mg imdevimab yang diberikan secara infus atau suntikan.

Dosis yang dianjurkan untuk pencegahan infeksi covid-19 akut secara berkelanjutan adalah 300 mg casirivimab dan 300 mg imdevimab yang diberikan setiap empat minggu sekali dalam bentuk infus atau suntikan.

Pengalaman dalam uji klinis, obat ini juga dilaporkan terdapat berbagai efek samping, seperti:

Umum, atau dapat mempengaruhi hingga 1 dari 10 orang, yaitu:

Kemerahan, gatal, memar, bengkak, nyeri atau ruam gatal di tempat suntikan.

Jarang, atau dapat mempengaruhi hingga 1 dari 100 orang, yaitu:

Pusing, dan pembengkakan kelenjar getah bening di dekat tempat suntikan, mrasa sakit (mual), panas dingin, sangat pusing hingga pingsan, ruam, gatal gatal, dan rasa panas pada tubuh.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved