Breaking News:

Virus Corona

Ahli Jelaskan Kemungkinan Penyebab Perubahan Siklus Haid setelah Mendapat Vaksin Covid-19

Sejumlah wanita melaporkan jika dirinya mengalami perubahan siklus menstruasi atau haid setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19. 

YouTube/Al Jazeera English
Vaksinasi tenaga kesehatan di Jepang. Di Inggris, perubahan periode haid setelah divaksin diisukan berkaitan dengan kesuburan wanita. 

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah wanita melaporkan jika dirinya mengalami perubahan siklus menstruasi atau haid setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19

Fenomena ini memang masih belum dimengerti dengan baik, tetapi ahli menjelaskan beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebabnya.

Namun, hingga saat ini tidak ada bukti nyata bahwa vaksin Covid19 dapat memiliki efek langsung pada siklus menstruasi wanita.

Baca juga: Ahli Peringatkan Covid-19 Bisa Sebabkan Lonjakan Kasus Demensia, Simak Penjelasannya

Baca juga: Bukan Buah-buahan, Ini 6 Makanan yang Kaya Vitamin D untuk Isolasi Mandiri Covid-19

Perubahan ini mungkin terkait dengan respons tubuh terhadap stres.

"Kita mungkin tidak menyadari bahwa ada hubungan antara rahim dan sistem kekebalan tubuh," kata Dr. George Fyffe, MD, FACOG, dikutip dari situs Cleveland Clinic.

Dia juga mengatakan bahwa saat seorang wanita akan berovulasi, sistem kekebalannya meningkat dengan sendirinya untuk mencegah agen infeksi mengganggu pembuahan dan implantasi sel telur.

Setelah sel telur dibuahi dan ditanamkan, sistem kekebalan tubuh menjadi lemah untuk menerima kehamilan.

Lebih lanjut, Dr Fyffe menambahkan bahwa lapisan rahim juga memiliki sel-sel kekebalan, dan sel-sel tersebut dapat dipengaruhi oleh perubahan hormonal.

Dia menjelaskan jika infeksi rahim juga dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi normal wanita.

“Hipotalamus di otak adalah pusat kendali hormonal yang bekerja sama dengan kelenjar hipofisis anterior."

Baca juga: Selain Jaga Imun saat Isolasi Mandiri Covid-19, 7 Vitamin Ini juga Bisa Kurangi Risiko Depresi

"Kemudian secara bersama-sama, pesan dalam bentuk hormon dikirim ke ovarium dan rahim untuk meningkatkan atau menurunkan kadar hormon untuk memfasilitasi ovulasi, kehamilan, dan kembalinya siklus menstruasi jika pembuahan tidak terjadi."

"Stres emosional, stres fisik, dan stres kimia dapat mempengaruhi pusat kendali hormonal yang dapat mengakibatkan perubahan siklus menstruasi,” jelasnya.

Terkait dengan stres kimia, dia menyebut jika itu berlaku untuk obat-obatan yang dapat mengubah menstruasi pada wanita.

Wanita yang menggunakan obat untuk gangguan kejang, diabetes, kondisi tiroid, hipertensi, depresi atau kondisi lain dikatakan bisa menyebabkan ketidakteraturan dengan siklus menstruasi mereka.

Namun, dia tidak menerangkan seberapa mungkin hal itu bisa terjadi.

"Obat-obatan ini dapat mengganggu hormon yang bertanggung jawab untuk menstruasi. Beberapa bahkan dapat menyebabkan hilangnya menstruasi,” kata Dr. Fyffe.

Dr. Fyffe, juga menyampaikan tiga hal yang dapat meningkatkan kesehatan, itu adalah olahraga, istirahat, dan pola makan yang sehat.

Itu juga merupakan cara umum yang banyak disarankan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 

Penelitian Lebih Lanjut Dianggap Penting

Di sejumlah daerah, fenomena ini telah mengundang banyak spekulasi terutama pada masalah kesuburan wanita.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved